Posts

[RANDOM TALK] A NEW YEAR, A NEW START

Image
Tahun Baru, Awal Baru SELAMAT TAHUN BARU~ 😍😍😍 Bagaimana kabar kalian? Bagaimana kabar target-target kalian di 2019 kemarin dan apa resolusi kalian di 2020 ini??? Tahun 2019 kemarin, banyak sekali pengalaman saya dapat. Yang membahagiakan, yang menyedihkan, yang membuat bersemangat dan membuat terpuruk, yang membuat patah dan bangkit kembali. Oleh karena itu, pada tahun kembar 2020 ini, saya ingin memulai kembali dengan menata apa yang sudah saya mulai dan apa yang ingin saya capai. Mungkin, perlu waktu, tetapi setidaknya bulan Januari ini saya dedikasikan untuk penataan ulang. Semoga tidak molor, hehehe.... 😁 Salah satu tindakan awal saya untuk merealisasikan "a new year, a new start" adalah mengubah nama domain blog ini. Seperti kalian tahu jika kalian pengunjung tetap, blog ini dulunya bernama hazukiisme.blogspot.com. Nama yang sering ditertawakan karena dikiranya saya PeDe banget mengakui diri sebagai paham hazukiisme, padahal itu sebenarnya di baca &q

[RANDOM TALK] TENTANG KELAHIRAN, PERAYAAN, DAN AKIDAH

Image
Happy New Year! Natal hampir selalu menjadi perbincangan hangat terutama di kalangan Muslim di Indonesia. Tentang toleransi, tentang akidah, dan sebagainya. Ada yang menyatakan boleh mengucapkan selamat Natal, ada pula yang menentang keras hal tersebut—sebab dikhawatirkan merusak akidah. Dasarnya, terutama sekali dari QS Al-Kafirun yang bunyinya: “Katakanlah, ‘Wahai orang-orang Kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku. ’ ” Ayat tersebut diturunkan oleh Allah sebagai jawaban ketika kaum Quraisy mendatangi Nabi dan melakukan semacam negosiasi agama: mereka akan melakukan sebagian ibadah dalam agama Islam jika Nabi melakukan sebagian ibadah agama mereka. Ayat ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad tidak akan pernah menyembah apa yang disembah kaum kafir Qurai

[WRITING] KIAT MENULIS FIKSI MINI

Image
Background Image by Igor Magno Cabral Goiaba from Pixabay Salam~ Fiksi Mini dalam KBBI didefinisikan sebagai fiksi pendek yang dibuat tidak lebih dari 140 karakter. Pada awalnya, fiksi jenis ini berkembang di kalangan pengguna Twitter karena keterbatasan jumlah karakter saat mengunggah kicauan di sana. Namun, pada praktiknya, Fiksi Mini bukan hanya untuk cerita 140 karakter, tetapi juga untuk cerita yang lebih panjang. Jenis-jenis Fiksi Mini berdasarkan batasan jumlah kata antara lain: - Fiksi Mini 6 Kata - Fiksi Mini 50 Kata - Fiksi Mini 100 Kata Dalam bahasa Inggris, Fiksi Mini disebut micro-fiction, sudden fiction, flash fiction yang meski berbeda-beda dari segi jumlah kata, umumnya memiliki ciri-ciri sama dari segi penyampaian isi cerita. . (Baca: Yuk, Kita Ngomongin Flash Fiction! ) Biasanya yang paling menjadi masalah terutama untuk kamu yang belum terbiasa menulis Fiksi Mini adalah cara menyampaikan gagasan cerita dengan jumlah kata yang terbatas , benar? Jik

[WRITING] CARA MENULIS "SHOW DON'T TELL" YANG SEIMBANG

Image
Dulu, saya pernah menulis artikel tentang “show don’t tell” , bisa dibaca di sini. Ternyata, banyak teman yang kebablasan mempraktikkannya. Bablas bagaimana? Jadi, teman-teman ini cenderung berlebihan dalam menggunakan teknik “showing” untuk penulisan cerita mereka. Hasilnya? Tentu saja kurang bagus, terkesan (sangat) bertele-tele dan lambat. Akhirnya, pembaca menjadi bosan. Oleh karena itu, artikel ini saya tulis untuk melengkapi artikel tersebut. Showing ( Gambar oleh Juraj Varga dari Pixabay ) Menyeimbangkan teknik penulisan “Show Don’t Tell” Bagaimana agar cara bertutur kita bisa seimbang antara “telling” dan “showing”? Ada 4 tips dasar: 1. Teknik “telling” untuk eksposisi Eksposisi berarti uraian atau paparan cerita. Dalam sastra, ini biasanya digunakan untuk menerangkan tokoh, latar, atau masa lalu tokoh yang diceritakan sekilas. Teknik “telling” bisa digunakan di sini. Contoh: Ayahnya meninggal dua puluh tahun yang lalu. Saat itu dia

[PROMPTS] 10 IDIOM BAHASA INGGRIS YANG SERING MUNCUL DALAM DIALOG FILM

Image
A piece of cake ( Gambar oleh Steve Buissinne dari Pixabay ) Kalian pasti pernah (atau malah sering), saat menonton film berbahasa Inggris, menemukan dialog yang diucapkan tokoh dengan terjemahan yang berbeda. Misalnya pada dialog berikut: A: “How is it?” B: “A piece of cake.” Secara leksikal, kalimat “a piece of cake” berarti “sepotong kue”, tetapi dalam konteks dialog di atas diartikan “mudah sekali”. Itulah idiom. Idiom berarti konstruksi (kalimat atau gabungan kata) yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya.   Contohnya dalam Bahasa Indonesia adalah frasa “kambing hitam”. Kalimat A: Budi memiliki seekor kambing hitam. Kalimat B: Budi menjadi kambing hitam dalam perkara itu. Gabungan kata “kambing hitam” pada kalimat A contoh di atas bukan idiom, melainkan benar-benar kambing yang berbulu hitam. Sebaliknya, pada kalimat B, “kambing hitam” menjadi idiom karena maknanya berubah, yaitu seseorang yang dipersalahkan padahal tidak bers