Skip to main content

[RANDOM TALK] AKHIRNYA NGE-BLOG! ^^


Akhirnya nge-blog!
Ahaghaghaghag :D :D :D

Bismillah...
Post pertama, saya mau curhat dulu. Karena, apalah saya ini tanpa curhatan ini itu. :D

Jadi... sebenarnya sejak lamaaa... sekali, saya kepingin nge-blog. Saya pikir, jadi blogger itu keren! Dan, setiap kali baca ini itu di internet, saya pasti kepikiran, kepingin juga bisa begitu. Tapi..., saya ini pemalas. Duh! Beberapa kali saya coba bikin blog, nge-post sekali dua kali, lalu udah. Terdistraksi ini itu sehingga blog pun terbengkalai. Dan, hal ini terus berulang sejak 2012 (atau 2011?) saya bikin blog pertama kali.


Akan tetapi, kali ini... saya ingin serius. Insyaallah, bismillah... semoga saya enggak menye-menye kali ini. Karena sudah memutuskan, saya harus benar-benar serius kali ini. Harus. Dan, kalau saya mulai menye-menye, tolong ingatkan ini: "Meg/Haz, bukankah kamu adalah kuda yang tidak akan pernah berhenti jika sudah memulai?"

[Random Talk] Tujuan dan Harapan


Oh, ya, di sini saya masih belajar, ya. Masih piyik. Jadi, please kalau ada kritik/saran (yang membangun) tolong sampaikan. Dengan senang hati saya akan menerimanya. ^^

Oke, sip?
Baiklah, mari kita mulai penge-blog-an kita!

***

Comments

Popular posts from this blog

[WRITING] 7 JENIS PARAGRAF PEMBUKA CERITA YANG MENARIK PEMBACA (DENGAN CONTOH)

Hallo there~ Kita berjumpa lagi~ 😃 Kali ini kita membahas tentang pembukaan sebuah cerita. 😃 Kalian tahu, paragraf pertama sebuah cerita ibaratnya display pada jendela toko. Bagaimana membuat display yang menarik sehingga pelintas (calon pembaca) berhenti dan membaca tulisan kita? Nah, tanpa banyak basa-basi, langsung saja kita bahas satu per satu. 😊 Ada 7 jenis paragraf pembuka cerita yang mampu menarik pembaca dalam sekali pandang, yaitu: 1. Cerita dibuka dengan sebuah action/kejadian. Perempuan itu datang saat matahari terbenam. Langit menggelap dengan semburat jingga di ufuk barat. Angin bertiup pelan dan burung-burung kembali ke sarang. Di punggungnya, seorang bocah laki-laki tertidur dengan kedua lengan erat memeluk leher perempuan itu. 2. Cerita dibuka dengan mengenalkan salah satu tokoh/karakter yang ada dalam cerita. Saat berusia sembilan tahun, adikku Maya memenangkan sebuah perlombaan melukis. Dia memang berbakat dalam melukis. Hingga

[WRITING] TEKNIK MENULIS SHOW DON'T TELL (DILENGKAPI CONTOH)

Salam~ Kita pasti sering mendengar teknik ini. Tapi, apa, sih, show don't tell itu? Secara harfiah, show berarti menunjukkan dan tell berarti memaparkan. source: http://visualcreatives.com Telling berarti kita hanya memaparkan, pembaca hanya membaca. Tidak ada interaksi antara pembaca dengan tulisan kita. Tidak ada ikatan. Sehingga, pada akhirnya tidak ada kemistri terjalin dan pembaca tidak dapat masuk/meresapi apa yang mereka baca. Akibatnya, bisa saja pembaca merasa bosan, tidak tertarik, bahkan tidak ingin melanjutkan membaca. Sebaliknya, showing berarti kita melibatkan pembaca. Kita menunjukkan dengan cara yang luwes sehingga pembaca dapat ikut membayangkan/merasakan apa yang dialami tokoh dalam cerita kita. Dengan begitu, akan terjalin ikatan dan pembaca pun dapat meresapi apa yang mereka baca. Teknik ini bagus untuk membuat agar pembaca terus melanjutkan membaca. Baca: Flash Fiction - ITU Flash Fiction - MERPATI PUTIH Contoh narasi te

[WRITING] PENGERTIAN DAN CONTOH FLASH FICTION

Flash Fiction atau yang biasa disingkat FF (bukan fanfic, ya!) merupakan cerita pendek super singkat yang panjang umumnya sekitar 200-500 kata. Saking pendeknya, sebuah FF bisa dibaca habis (selesai) dalam waktu kurang dari lima menit. Atau, seperti kutipan pada gambar di atas: cerita yang selesai kamu baca sebelum kopimu dingin. FF berbeda dengan cerpen apalagi novel. Jika sebuah fiksi (cerpen atau novel) punya tahapan perkenalan, konflik, klimaks, anti-klimaks, dan penyelesaian, dalam FF hanya ada konflik dan klimaks . Sesuai dengan pengertiannya, unsur dalam FF yaitu singkat, padat, dan twisted ending . Bentuk FF yang singkat dan padat itu berimbas pada penceritaan penggambaran setting terutama lokasi, yang pada FF dibuat sedemikian rupa sehingga tidak memakan banyak ‘kuota kata’. Dan, untuk membuat sebuah FF berkesan, twisted ending berperan penting di sini. Secara harfiah, twisted ending berarti akhir cerita yang dipelintir atau diputar. Maksudnya, akhir yang