Skip to main content

[TUTORIAL] MENJAHIT TEMPAT PENSIL DALAM 10 MENIT (DILENGKAPI FOTO STEP BY STEP)


Assalamualaikum, Bunsist~ 
Masih semangat nge-craft?
Yuk, kita bikin tempat pensil sederhana yang bisa dijahit selesai dalam 10 menit. ^^

Yang kita butuhkan untuk membuatnya antara lain:


Kain Perca
Boleh perca apa saja (asal nggak terlalu licin dan nggak terlalu keras, biar gampang dijahitnya). Di sini, saya pakai perca batik yang bener-bener perca banget karena sisa-sisa bikin furing tas.


Busa
Potong seukuran 17 cm x 25 cm, ya. Atau terserah, sih, inginnya seberapa. Ukuran bisa disesuaikan dengan keinginan (atau kebutuhan, atau juga sesuai lebar perca yang paling perca). Ehehehe :p


Resleting
Warna apa saja, yang penting sesuai dengan kainnya. Atau, mau tabrak warna juga boleh. Malah bagus, kan.... :)


Kepala Resleting
Ada resleting, jangan lupa kepalanya. Kalo nggak ada kepalanya, kan ya lucu. :'D


Nah..., kalau semua benda di atas sudah ready, selanjutnya tinggal eksekusi saja.


Pertama, jahit busa dengan kain. Tujuannya, biar lebih rapi dan nggak lari-lari busanya. Kan, busa punya ambisi jadi atlet lari, makanya hobi lari-lari gitu kalau nggak dijahit begini. #apasih XD


Selanjutnya, pasang resleting. Di sini, saya pakai pola jahitan zig-zag. Lalu, untuk lebih memudahkan, resletingnya dibelah dulu. Dipisahin dulu untuk sementara. LDR dulu, begitu.


Setelah kedua sisi resleting dijahit, baru resletingnya disatukan dengan menggunakan kepala resleting. Setelah itu dibalik. Bagian dalam di luar.


Jahit salah satu ujungnya (2-3 x jahit lurus). Nggak apa-apa meski belum rapi. Yang penting menjahitnya nggak sampai melancong ke mana-mana. :"D

Setelah salah satu ujung dijahit, masukkan kembali kepala resleting dari ujung yang lain, lalu jahit ujung itu.


Buka resletingnya dan balik, bagian dalam yang sebelumnya di luar, kembalikan ke dalam. Rapikan sudut-sudutnya dan tutup kembali resletingnya.


Taraaa~ ^^
Tempat pensil yang cantik sudah jadi. Tinggal dikemas dalam plastik, selipkan label tag, dan pajang di etalase (atau potret lalu pajang di sosmed). Lumayan, buat tambah beli pempes atau beli kuota internet. ^^

Yuk, yuk, segera coba bikin tempat pensil ini. ^^


Atau kalau mau langsung beli, harga tempat pensil ini:
Rp50.000,00/lusin
Mangga, yang berminat bisa langsung hubungi saya via WA di 085755261079 atau fesbuk messenger Mega Yohana. ^^

Ditunggu pesanannya~ ^^

Wassalamualaikum~

Baca juga:

[Tutorial] Step by Step Merajut Bunga 5 Kelopak

[Upcycle] Menyulap Kau Bekas Menjadi Karpet Cantik]

Comments

Popular posts from this blog

[WRITING] 7 JENIS PARAGRAF PEMBUKA CERITA YANG MENARIK PEMBACA (DENGAN CONTOH)

Hallo there~ Kita berjumpa lagi~ 😃 Kali ini kita membahas tentang pembukaan sebuah cerita. 😃 Kalian tahu, paragraf pertama sebuah cerita ibaratnya display pada jendela toko. Bagaimana membuat display yang menarik sehingga pelintas (calon pembaca) berhenti dan membaca tulisan kita? Nah, tanpa banyak basa-basi, langsung saja kita bahas satu per satu. 😊 Ada 7 jenis paragraf pembuka cerita yang mampu menarik pembaca dalam sekali pandang, yaitu: 1. Cerita dibuka dengan sebuah action/kejadian. Perempuan itu datang saat matahari terbenam. Langit menggelap dengan semburat jingga di ufuk barat. Angin bertiup pelan dan burung-burung kembali ke sarang. Di punggungnya, seorang bocah laki-laki tertidur dengan kedua lengan erat memeluk leher perempuan itu. 2. Cerita dibuka dengan mengenalkan salah satu tokoh/karakter yang ada dalam cerita. Saat berusia sembilan tahun, adikku Maya memenangkan sebuah perlombaan melukis. Dia memang berbakat dalam melukis. Hingga

[WRITING] TEKNIK MENULIS SHOW DON'T TELL (DILENGKAPI CONTOH)

Salam~ Kita pasti sering mendengar teknik ini. Tapi, apa, sih, show don't tell itu? Secara harfiah, show berarti menunjukkan dan tell berarti memaparkan. source: http://visualcreatives.com Telling berarti kita hanya memaparkan, pembaca hanya membaca. Tidak ada interaksi antara pembaca dengan tulisan kita. Tidak ada ikatan. Sehingga, pada akhirnya tidak ada kemistri terjalin dan pembaca tidak dapat masuk/meresapi apa yang mereka baca. Akibatnya, bisa saja pembaca merasa bosan, tidak tertarik, bahkan tidak ingin melanjutkan membaca. Sebaliknya, showing berarti kita melibatkan pembaca. Kita menunjukkan dengan cara yang luwes sehingga pembaca dapat ikut membayangkan/merasakan apa yang dialami tokoh dalam cerita kita. Dengan begitu, akan terjalin ikatan dan pembaca pun dapat meresapi apa yang mereka baca. Teknik ini bagus untuk membuat agar pembaca terus melanjutkan membaca. Baca: Flash Fiction - ITU Flash Fiction - MERPATI PUTIH Contoh narasi te

[WRITING] CARA MENENTUKAN JUDUL YANG MENARIK (DAN CONTOH)

Judul ibaratnya sebuah jendela. Dari jendela, dapat terlihat apa yang ada di dalam rumah. Dan, tentu saja, judul yang baik adalah judul yang mampu membuat "calon pembaca" tak sekadar melirik, tapi juga berhenti untuk membaca karya kita. Karena itu, judul cukup penting untuk sebuah karya. Untuk kalian yang memberikan judul "setelah" sebuah tulisan selesai dibuat, sebaiknya memperhatikan ini: #Satu Perhatikan tulisan yang sudah dibuat: Itu membicarakan apa? Fokus atau pokok permasalahan yang disoroti dalam tulisan itu apa? Dari situ, buatlah judul yang sekiranya mampu menarik pembaca. #Dua Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat judul, selain EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) dan tanda baca, judul yang bagus adalah judul yang membuat pembaca berhenti dan "melihat" ke arahnya. Judul seperti ini memiliki kekuatan untuk "mengajak" pembaca "mampir". Bagaimana membuat judul yang menarik? Karena saya pribadi tidak memil