Skip to main content

[WRITING] 10 TIPS AMPUH MENULIS NOVEL



Assalamualaikum...
Selamat berjumpa lagi~ 😇

Kamu suka menulis? Sama, saya juga. Kamu ingin nulis novel? Saya juga. Kamu kesulitan menulisnya atau cerita kamu stagnan di tempat? Saya juga begitu. Tetapi, saya berhasil melewatinya. Kamu ingin bisa melewatinya juga? Coba ikuti tips berikut ini. Semoga berhasil! 😇

source here


#1 Tentukan genre

Genre apa yang ingin kamu tulis? Apakah misteri? Drama? Romance? Fiksi historis? Fantasi atau fiksi ilmiah? Ada berbagai macam genre kepenulisan. Nah, sebelum memulai untuk menulis, terlebih dulu tentukan genre. Genre ini juga tidak harus hanya satu saja, ya. Genre gabungan seperti komedi romantis, komedi horor, drama thriller, dan lain-lain pun boleh.

#2 Think Big

Pikirkan ide yang dramatis dan high-concept sehingga memacu untuk menampilkan tulisan terbaik. Gagasan yang besar mendorong untuk bekerja lebih baik. Jika tidak mencapai maksimum pun, hasilnya masih akan lebih baik dariada konsep yang biasa-biasa saja. Tapi, tentu saja, jangan terlalu terpaku pada ide yang terlalu besar sehingga sulit diraih karena itu justru bisa melemahkan keinginan untuk melanjutkan cerita. Akibatnya, ide itu hanya akan jadi ide saja tanpa bisa terealisasi dengan baik.

#3 Cintai tokoh utama

[baca: 5 Karakter yang Harus Ada dalam Novel]

Ciptakan tokoh utama yang simpatik, yang karakternya mampu membuat pembaca merasa simpati. Tokoh dengan kepribadian yang kuat mampu membuat pembaca terus bertahan untuk membaca kisahnya. Tokoh ini tidak harus seseorang yang sangat baik, tidak pernah membalas ketika disiksa, dan praktis bulliable. Tokoh utama yang bersifat antihero seperti Deadpool pun bisa menarik simpati pembaca. Atau, di novel serial Artemis Fowl, tokoh utamanya seorang ‘anak laki-laki’ jenius yang kaya raya dan memasuki dunia para mafia, bahkan memeras para peri yang dia ‘temukan’ rahasia mereka.
source here

#4 Berikan lawan yang sepadan

[baca: 5 Karakter yang Harus Ada dalam Novel]

Tokoh utama yang baik, juga harus memiliki lawan yang sepadan. Beri juga alasan kenapa pembaca harus membenci musuh itu. Misalnya, Voldemort telah melakukan kekejian dan membunuh orang tua Harry, bahkan hendak membunuh Harry sewaktu masih bayi. Ugrawe dengan jurus Banjir Bandang Segara Asat adalah lawan yang sangat tangguh bagi Upasara Wulung di novel Senopati Pamungkas. Ada lagi komplotan hitam yang menjadi musuh utama Conan alias Shin’ichi Kudo. Semua karakter ini merupakan musuh yang sepadan bagi tokoh utama.

#5 Capai target

Capailah target sesuai panjang cerita menurut genre yang sudah dipilih. Cerita fantasi, fiksi ilmiah, atau fiksi sejarah biasanya memiliki rentang yang lebih panjang dan alur cerita yang lebih kompleks. Bagaimanapun, hentikan cerita jika target (tujuan tokoh utama) sudah tercapai. Tidak perlu diulur-ulur lagi (seperti sinetron stripping) dengan tambahan-tambahan cerita yang justru bisa membuat cerita jadi membosankan pada akhirnya. Novel serial yang panjang seperti Harry Potter pun selesai setelah Lord Voldemort berhasil dihancurkan. Jika hendak menulis cerita dengan semesta yang sama, bisa dibuat side story atau another story. Contoh side story ini antara lain, Wild Beast and Where to Find Them (Harry Potter), The Hobbits (LOTR), dan The Short Second Life of Bree Tanner (Twilight Saga).

#6 Komplikasi konflik

Berikan tokoh utama subplot yang menarik. Misalnya, saat dalam quest mereka, dengan kejadian-kejadian yang bisa menjadi penguat konflik atau petunjuk untuk penyelesaian konflik. Hal-hal seputar love interest juga bisa disisipkan dalam subplot ini.

#7 Kejutkan pembaca

Berikan setidaknya tiga kejutan kepada pembaca. Kejutan bisa lebih dari itu, asal tidak berlebihan. Contohnya pada Harry Potter:
Kejutan pertama, Harry bicara dengan ular di buku pertama, diketahui dia parselmouth di buku kedua, dan bahwa dia salah satu horcrux di buku terakhir.
Kejutan kedua, keberpihakan Severus Snape selama dalam perjalanan buku.
Kejutan ketiga, rahasia kematian Dumbledore dan elder wand.
Dan masih banyak lagi kejutan dari buku satu sampai buku tujuh.
source here


#8 Save the Best

Pecahkan misteri terpenting di akhir. Berikan petunjuk sejak awal (true leads atau bisa juga misleading clues) tetapi simpan pemecahannya hanya di akhir. Harry Potter bisa parseltongue sejak awal, tetapi kenyataan bahwa dia adalah horcrux dan harus mati baru ditunjukkan di akhir, ketika Snape menyerahkan ingatannya.

#9 Gunakan POV yang tetap

Jangan beralih-alih POV karena itu bisa membingungkan pembaca. Misalnya sejak awal menggunakan POV 1 dari sudut pandang tokoh utama, lalu tiba-tiba berubah menjadi POV 3 serba tahu. Selain membingungkan, perubahan POV juga bisa mengubah irama cerita. Perbedaan POV tentu memakai gaya penuturan yang berbeda juga.

#Fokus pada action

Pusatkan pada gerakan atau tindakan. Ini hubungannya dengan teknik show don’t tell [baca: Teknik Menulis Show don't Tell Dilengkapi Contoh]. Menulislah dengan lebih banyak aksi sehingga pembaca bisa mengikuti setiap alur yang tercipta.

Haz, 31 Oktober 2017

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

[WRITING] 7 JENIS PARAGRAF PEMBUKA CERITA YANG MENARIK PEMBACA (DENGAN CONTOH)

Hallo there~ Kita berjumpa lagi~ 😃 Kali ini kita membahas tentang pembukaan sebuah cerita. 😃 Kalian tahu, paragraf pertama sebuah cerita ibaratnya display pada jendela toko. Bagaimana membuat display yang menarik sehingga pelintas (calon pembaca) berhenti dan membaca tulisan kita? Nah, tanpa banyak basa-basi, langsung saja kita bahas satu per satu. 😊 Ada 7 jenis paragraf pembuka cerita yang mampu menarik pembaca dalam sekali pandang, yaitu: 1. Cerita dibuka dengan sebuah action/kejadian. Perempuan itu datang saat matahari terbenam. Langit menggelap dengan semburat jingga di ufuk barat. Angin bertiup pelan dan burung-burung kembali ke sarang. Di punggungnya, seorang bocah laki-laki tertidur dengan kedua lengan erat memeluk leher perempuan itu. 2. Cerita dibuka dengan mengenalkan salah satu tokoh/karakter yang ada dalam cerita. Saat berusia sembilan tahun, adikku Maya memenangkan sebuah perlombaan melukis. Dia memang berbakat dalam melukis. Hingga

[WRITING] TEKNIK MENULIS SHOW DON'T TELL (DILENGKAPI CONTOH)

Salam~ Kita pasti sering mendengar teknik ini. Tapi, apa, sih, show don't tell itu? Secara harfiah, show berarti menunjukkan dan tell berarti memaparkan. source: http://visualcreatives.com Telling berarti kita hanya memaparkan, pembaca hanya membaca. Tidak ada interaksi antara pembaca dengan tulisan kita. Tidak ada ikatan. Sehingga, pada akhirnya tidak ada kemistri terjalin dan pembaca tidak dapat masuk/meresapi apa yang mereka baca. Akibatnya, bisa saja pembaca merasa bosan, tidak tertarik, bahkan tidak ingin melanjutkan membaca. Sebaliknya, showing berarti kita melibatkan pembaca. Kita menunjukkan dengan cara yang luwes sehingga pembaca dapat ikut membayangkan/merasakan apa yang dialami tokoh dalam cerita kita. Dengan begitu, akan terjalin ikatan dan pembaca pun dapat meresapi apa yang mereka baca. Teknik ini bagus untuk membuat agar pembaca terus melanjutkan membaca. Baca: Flash Fiction - ITU Flash Fiction - MERPATI PUTIH Contoh narasi te

[WRITING] CARA MENENTUKAN JUDUL YANG MENARIK (DAN CONTOH)

Judul ibaratnya sebuah jendela. Dari jendela, dapat terlihat apa yang ada di dalam rumah. Dan, tentu saja, judul yang baik adalah judul yang mampu membuat "calon pembaca" tak sekadar melirik, tapi juga berhenti untuk membaca karya kita. Karena itu, judul cukup penting untuk sebuah karya. Untuk kalian yang memberikan judul "setelah" sebuah tulisan selesai dibuat, sebaiknya memperhatikan ini: #Satu Perhatikan tulisan yang sudah dibuat: Itu membicarakan apa? Fokus atau pokok permasalahan yang disoroti dalam tulisan itu apa? Dari situ, buatlah judul yang sekiranya mampu menarik pembaca. #Dua Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat judul, selain EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) dan tanda baca, judul yang bagus adalah judul yang membuat pembaca berhenti dan "melihat" ke arahnya. Judul seperti ini memiliki kekuatan untuk "mengajak" pembaca "mampir". Bagaimana membuat judul yang menarik? Karena saya pribadi tidak memil