Skip to main content

[WRITING] 5 KARAKTER YANG HARUS ADA DALAM NOVEL (DILENGKAPI CONTOH)


Salam~

Dalam novel, kita mengenal berbagai macam karakter. Oh ya, karakter ini berbeda dengan tokoh, ya. Tokoh adalah orang yang memegang peran, sedangkan karakter berhubungan dengan peran atau sifat tokoh. Nah, sesuai judul di atas, inilah 5 karakter yang (se)harus(nya) ada dalam novel:

1. PROTAGONIST

Protagonis bertindak sebagai pemeran utama. Tindakan maupun keputusan protagonis paling memengaruhi plot. Contoh protagonis yang cukup terkenal antara lain Harry Potter (Harry Potter), Katnis Everdeen (The Hunger Games), Frodo Baggins (The Lord of the Rings), Peter Parker a.k.a. Spiderman (Spiderman), dll.

2. ANTAGONIST
Antagonis merupakan halangan utama protagonis dalam mencapai tujuannya yang menjadi plot goal dalam cerita. Terkadang, antagonis memiliki kesamaan yang cukup penting dengan protagonis, seperti menginginkan sesuatu yang diinginkan dan atau dimiliki oleh protagonis. Contoh antagonis: Lord Voldemort (Harry Potter), President Snow (The Hunger Games), Lord Sauron (The Lord of the Rings), Green Goblin a.k.a. Norman Osborn (Spiderman), dll.


3. SIDEKICK
Sidekick setia dan mendukung protagonis. Mereka juga terhubung dengan tujuan protagonis, meskipun dalam beberapa hal berbeda dengan protagonis. Contoh karakter ini antara lain Ronald Weasley (Harry Potter), Peeta Mellark (The Hunger Games), Samwise Gamgee (The Lord of the Rings), Harry Osborn (Spiderman), dll.

4. MENTOR
Karakter ini bertindak sebagai guru atau penolong protagonis. Mereka melindungi dan menjaga protagonis agar tetap berjalan di jalur yang benar dalam perjalanan protagonis mencapai tujuan. Mentor kerap memberikan pesan moral yang selalu diingat oleh protagonis. Mereka bisa mendukung atau melawan protagonis, tergantung penjajaran moral protagonis. Para mentor ini dalam cerita yang terkenal antara lain... Albus Dumbledore (Harry Potter), Haymitch Abernathy (The Hunger Games), Gandalf (The Lord of the Rings), Ben Parker (Spiderman), dll.

5. LOVE INTEREST


Love interest adalah seseorang yang disukai oleh protagonis (dan mungkin juga menyukai protagonis). Mereka bisa menjadi katalisator atau penyebab terjadinya perubahan dalam jiwa dan raga protagonis. Karakter ini bisa mendukung atau melawan protagonis tergantung komitmen protagonis dalam mencapai tujuannya. Siapa saja mereka? Ginny Weasley (Harry Potter), Gale Hawthorne (The Hunger Games), Marry-Jane Watson (Spiderman) adalah beberapa di antaranya.


.

[Baca: 10 Tips Ampuh Menulis Novel]

Nah..., itulah 5 karakter yang (se)harus(nya) ada dalam novel. Tapi, bagaimana jika salah satu karakter tidak ada dalam cerita?

Boleh saja, selama keberadaannya tidak terlalu penting dalam cerita dan ketidakhadirannya tidak memengaruhi jalan cerita. Misalnya, dalam The Lord of the Rings tidak ada love interest yang menarik Frodo selaku protagonis. Kisah-kasih ini justru terjadi pada Aragorn dan sang elf Arwen yang bertindak sebagai sidekick.  Hal yang sama juga terjadi pada The Hobbits yang menceritakan perjalanan Biblo Baggins (paman dari Frodo Baggins) yang mengosongkan keberadaan love interest. Meskipun karakter satu ini absen, cerita dapat berjalan lancar karena keberadaannya pun tidak terlalu penting.

Oh, sebelum saya tutup, materi ini bersumber dari situs helpingwritersbecomeauthors(dot)com. Silakan kunjungi untuk mendapatkan lebih banyak tips kepenulisan. Akhirnya, terima kasih sudah mampir dan jumpa lagi! ^_^

*Haz, 4 Oktober 2017

Tambahan:

Ada pertanyaan dari teman fesbuk, apakah aturan ini berlaku juga untuk fiksi historis?
Jawabannya adalah... ya, ini berlaku juga untuk fiksi historis.

Misalnya dalam novel Senopati Pamungkas karya Arswendo Atmowiloto, kelima karakter itu antara lain:
Protagonist >> Upasara Wulung
Antagonist >> Halayudha
Sidekick >> Nyai Demang, dkk.
Mentor >> Ngabehi Pandu
Love Interest >> Gayatri, Gendhuk Tri

Pada kisah lain, Tutur Tinular karya S. Tidjab,
kelima karakter itu adalah:
Protagonist >> Arya Kamandanu
Antagonist >> Tong Bajil, Arya Dipangga
Sidekick >> Wirot
Mentor >> Mpu Ranubhaya
Love Interest >> Mei Shin, Sakawuni



Nah, semoga dengan contoh tambahan ini, makin paham, ya! ^_^

***

Comments

Popular posts from this blog

[WRITING] 7 JENIS PARAGRAF PEMBUKA CERITA YANG MENARIK PEMBACA (DENGAN CONTOH)

Hallo there~ Kita berjumpa lagi~ 😃 Kali ini kita membahas tentang pembukaan sebuah cerita. 😃 Kalian tahu, paragraf pertama sebuah cerita ibaratnya display pada jendela toko. Bagaimana membuat display yang menarik sehingga pelintas (calon pembaca) berhenti dan membaca tulisan kita? Nah, tanpa banyak basa-basi, langsung saja kita bahas satu per satu. 😊 Ada 7 jenis paragraf pembuka cerita yang mampu menarik pembaca dalam sekali pandang, yaitu: 1. Cerita dibuka dengan sebuah action/kejadian. Perempuan itu datang saat matahari terbenam. Langit menggelap dengan semburat jingga di ufuk barat. Angin bertiup pelan dan burung-burung kembali ke sarang. Di punggungnya, seorang bocah laki-laki tertidur dengan kedua lengan erat memeluk leher perempuan itu. 2. Cerita dibuka dengan mengenalkan salah satu tokoh/karakter yang ada dalam cerita. Saat berusia sembilan tahun, adikku Maya memenangkan sebuah perlombaan melukis. Dia memang berbakat dalam melukis. Hingga

[WRITING] TEKNIK MENULIS SHOW DON'T TELL (DILENGKAPI CONTOH)

Salam~ Kita pasti sering mendengar teknik ini. Tapi, apa, sih, show don't tell itu? Secara harfiah, show berarti menunjukkan dan tell berarti memaparkan. source: http://visualcreatives.com Telling berarti kita hanya memaparkan, pembaca hanya membaca. Tidak ada interaksi antara pembaca dengan tulisan kita. Tidak ada ikatan. Sehingga, pada akhirnya tidak ada kemistri terjalin dan pembaca tidak dapat masuk/meresapi apa yang mereka baca. Akibatnya, bisa saja pembaca merasa bosan, tidak tertarik, bahkan tidak ingin melanjutkan membaca. Sebaliknya, showing berarti kita melibatkan pembaca. Kita menunjukkan dengan cara yang luwes sehingga pembaca dapat ikut membayangkan/merasakan apa yang dialami tokoh dalam cerita kita. Dengan begitu, akan terjalin ikatan dan pembaca pun dapat meresapi apa yang mereka baca. Teknik ini bagus untuk membuat agar pembaca terus melanjutkan membaca. Baca: Flash Fiction - ITU Flash Fiction - MERPATI PUTIH Contoh narasi te

[WRITING] CARA MENENTUKAN JUDUL YANG MENARIK (DAN CONTOH)

Judul ibaratnya sebuah jendela. Dari jendela, dapat terlihat apa yang ada di dalam rumah. Dan, tentu saja, judul yang baik adalah judul yang mampu membuat "calon pembaca" tak sekadar melirik, tapi juga berhenti untuk membaca karya kita. Karena itu, judul cukup penting untuk sebuah karya. Untuk kalian yang memberikan judul "setelah" sebuah tulisan selesai dibuat, sebaiknya memperhatikan ini: #Satu Perhatikan tulisan yang sudah dibuat: Itu membicarakan apa? Fokus atau pokok permasalahan yang disoroti dalam tulisan itu apa? Dari situ, buatlah judul yang sekiranya mampu menarik pembaca. #Dua Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat judul, selain EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) dan tanda baca, judul yang bagus adalah judul yang membuat pembaca berhenti dan "melihat" ke arahnya. Judul seperti ini memiliki kekuatan untuk "mengajak" pembaca "mampir". Bagaimana membuat judul yang menarik? Karena saya pribadi tidak memil