[WRITING] BEBERAPA KESILAPAN EBI DAN TYPO YANG SERING DILAKUKAN PENULIS PEMULA



Typo itu manusiawi. Saya bahkan dijuluki "Ratu Typo" oleh teman-teman sesama penulis. 😅 Tapi, alangkah baiknya jika kita bisa meminimalkan typo. Caranya? Tentu saja dengan membaca ulang sebelum publish tulisan. 😁

Kita kadang rancu, mengatakan typo untuk kesilapan EBI. Padahal, ini adalah dua hal yang berbeda.
  • Typo = salah ketik
  • EBI = tata cara penulisan ejaan Bahasa Indonesia sesuai PUEBI dan KBBI
 
source: http://oopsitwasatypo.tumblr.com/

Contoh typo:
Ngak (nggak), munhkin (mungkin), merada (merasa), asalah (adalah), senyun (senyum), dll.

Contoh Kesilapan EBI:
Ku dengar (kudengar), disini (di sini), berhembus (berembus), nafas (napas), menganggukan (menganggukkan), menegakan (menegakkan), dll.

Sekarang kita bahas soal EBI yang sering silap, ya!

Kata "ku/kau" jika diikuti "kata kerja tak berawalan", penulisannya dirangkai.
Contoh: kurasa, kuharap, kubukakan, kupandangi, kaubuang, kauhancurkan, kaupecahkan, dll.

Kata depan "di" menyatakan tempat ditulis terpisah (dengan spasi), sementara "di-" sebagai imbuhan ditulis serangkai (tanpa spasi).
Contoh "di" sebagai kata depan: di sini, di sana, di hatiku, di ujung tanduk, di samping, di rumah, dll.
Contoh "di-" sebagai imbuhan: dipeluk, dipukul, dihina, dijerumuskan, dimarahi, ditipu, dll.

Akhiran "-kan" berbeda dengan akhiran "-an".
"-kan" membentuk kata kerja: memerintahkan, menuliskan, arahkan, kuburkan, dll.
"-an" membentuk kata benda: pemerintahan, penulisan, arahan, kuburan, dll.

Jadi... untuk kata dasar berakhiran "k", berlaku hukum seperti di bawah ini:
Ø  Akhiran -kan (membentuk kata kerja):
Meng + angguk + kan = menganggukkan (huruf 'k' rangkap)
Tunjuk + kan = tunjukkan
Gerak + kan = gerakkan
Meng + gerak + kan = menggerakkan
Dll.

Ø  Akhiran -an (membentuk kata benda):
Angguk + an = anggukan (huruf k-nya tetap satu)
Per + tunjuk + an = pertunjukan
Gerak + an = gerakan
Per + gerak + an = pergerakan
Dll.

Penggunaan kata-kata tidak baku yang sering dilakukan penulis pemula (penulis senior pun kadang keliru):
Cewe >> cewek
Cowo >> cowok
Ga >> nggak/enggak
Nafas >> napas
Hembus >> embus
Isteri >> istri
Dari pada >> daripada
Barang kali >> barangkali
Lagipula >> lagi pula
Kaca mata >> kacamata
Hujam/menghujam >> hunjam/menghunjam
Dll.

Oh ya, sebenarnya nggak cuma penulis pemula saja yang sering keliru dalam EBI. Coba, deh,  search di google dengan keyword kesalahan penulisan ejaan Bahasa Indonesia, banyak sekali kesalahan penulisan ejaan yang kadang bikin geleng-geleng saking konyolnya. 😁

Baiklah..., untuk sementara itu dulu, ya. Untuk kalian yang merasa sering melakukan kesilapan EBI seperti di atas, yuk dibiasakan menulis sesuai EBI dan KBBI.

Mari terus belajar menjadi lebih baik lagi. Jangan cepat tersinggung dengan kritik dan saran (terutama yang membangun). Bukankah tidak ada kerugian jika kita menulis sesuai PUEBI dan KBBI? 😇

*Haz.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

[WRITING] 7 JENIS PARAGRAF PEMBUKA CERITA YANG MENARIK PEMBACA (DENGAN CONTOH)