Skip to main content

[PROMPTS] KARAKTER KAMU DILAMBANGKAN DENGAN TANDA BACA


source: pinterest


Apakah kamu seperti titik? Atau penuh dengan tanda tanya?
Yuk, cari tahu jenis tanda baca seperti apakah kamu berdasarkan karakter kamu!

KARAKTER KAMU DILAMBANGKAN DENGAN TANDA BACA

Baca juga: [Prompts] Jenis-Jenis Kinesis, Kamu Pilih yang Mana?

TITIK

Jika kamu orang yang tidak pernah memulai perdebatan tapi selalu bisa mengakhirinya, kamu identik dengan tanda baca titik. Kamu lebih memilih diam saat orang-orang sibuk berdebat. Tapi, kamu bisa membuat mereka berhenti hanya dengan satu kalimat. Kamu mampu membungkam mereka dengan argumen yang cerdas dan mengena.

KOMA

Kamu tahu Severus Snape di serial Harry Potter? Tokoh satu itu kerap memberi jeda saat berbicara. Caranya berbicara yang sangat ikonik membuat tokoh ini menjadi begitu fenomenal. Nah, jika kamu berbicara dengan banyak jeda seperti Snape, kamu memiliki kepribadian seperti tanda baca koma.

TANDA HUBUNG

Sesuai namanya, tanda pisah atau dash digunakan untuk memberikan keterangan lain yang menginterupsi kalimat utama. Jika kamu kerap memotong pembicaraan lawan kamu dengan pemikiran-pemikiranmu, kamu sama dengan si tanda pisah.

TANDA SERU

Tanda seru melambangkan seruan atau kalimat perintah. Lambang ini identik dengan karakter otoriter, tukang perintah, mudah terganggu, dan harus didengar apa pun alasannya. Apakah kamu orang yang seperti itu?

TANDA TANYA

Pernahkah kamu bertanya pada seseorang dan setelahnya kalian jadi awkward? Si tanda tanya ini kepo, selalu ingin tahu, dan kerap melontarkan pertanyaan yang membuat orang lain merasa canggung, kikuk, dan nggak nyaman. “Kok sendirian? Pacar kamu mana? Kapan nikah? Sudah isi belum?” termasuk jenis pertayaan yang selain membuat kesal, juga mengganggu. Jika kamu tidak bisa menahan diri dari melontarkan pertanyaan seperti ini (dan pertanyaan-pertanyaan lain yang serupa), kamu sama dengan si tanda tanya.

TITIK KOMA

Titik yang melambangkan perhentian dan koma yang melambangkan jeda. Bersatu, mereka membentuk tanda baca titik koma yang berfungsi untuk menandai bagian kalimat yang sejenis dan setara. Nah, kamu yang merepresentasikan tanda baca titik koma ini senang berkumpul dengan orang-orang yang memiliki hobi yang sama denganmu, karakter yang serupa, dan saling memahami.

ELIPSIS

Pernah melihat 3 tanda titik berjejer di tengah kalimat dan atau 4 tanda titik berjejer di akhir kalimat? Tiga tanda titik yang berjejer itulah yang disebut elipsis. Menjadi 4 jika terletak di akhir kalimat, karena 1 titik terakhir berfungsi sebagai penutup. Elipsis menunjukkan bagian yang hilang dalam kalimat, atau juga ucapan yang belum selesai. Kamu yang mewakili tanda baca elipsis ini kerap menggantung ucapan kamu. Membuat orang lain bertanya-tanya.

TITIK DUA

Titik dua menandai pemerian atau penjelasan. Kamu senang mengenalkan suatu perkumpulan? Memperkenalkan orang-orang di sekitarmu? Serta, memberikan penjelasan-penjelasan terhadap segala sesuatu? Jika ya, kamu sama dengan tanda baca titik dua.

TANDA PETIK

Tanda petik digunakan untuk mengutip atau menunjukkan kalimat langsung. Jika kamu senang memberitahukan pada temanmu apa yang orang-orang pikirkan atau katakan tentang temanmu itu, kamu cocok dengan tanda petik.

TANDA KURUNG

Saat di sebuah pertemuan dan orang-orang berbincang satu sama lain, di manakah kamu berada? Ikut mengobrol bersama mereka atau memilih duduk di pojok dan mengamati mereka? Jika kamu senang menyendiri, menarik diri dari obrolan, dan memilih untuk menyimak saja atau bahkan melakukan hal lain seorang diri(atau mengajak seseorang bersamamu), kamu merepresentasikan tanda kurung.

puntperson. source: instantdisplay.co.uk

Yang manakah kamu di antara tanda baca di atas? 😇


*Haz, 22 November 2017

Comments

  1. Wah OK.. Sy TITIK..

    berkunjung juga ya Di kita :

    https://ceritaojekonline.blogspot.co.id/search/label/Humor?m=1

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[WRITING] 7 JENIS PARAGRAF PEMBUKA CERITA YANG MENARIK PEMBACA (DENGAN CONTOH)

Hallo there~ Kita berjumpa lagi~ 😃 Kali ini kita membahas tentang pembukaan sebuah cerita. 😃 Kalian tahu, paragraf pertama sebuah cerita ibaratnya display pada jendela toko. Bagaimana membuat display yang menarik sehingga pelintas (calon pembaca) berhenti dan membaca tulisan kita? Nah, tanpa banyak basa-basi, langsung saja kita bahas satu per satu. 😊 Ada 7 jenis paragraf pembuka cerita yang mampu menarik pembaca dalam sekali pandang, yaitu: 1. Cerita dibuka dengan sebuah action/kejadian. Perempuan itu datang saat matahari terbenam. Langit menggelap dengan semburat jingga di ufuk barat. Angin bertiup pelan dan burung-burung kembali ke sarang. Di punggungnya, seorang bocah laki-laki tertidur dengan kedua lengan erat memeluk leher perempuan itu. 2. Cerita dibuka dengan mengenalkan salah satu tokoh/karakter yang ada dalam cerita. Saat berusia sembilan tahun, adikku Maya memenangkan sebuah perlombaan melukis. Dia memang berbakat dalam melukis. Hingga

[WRITING] TEKNIK MENULIS SHOW DON'T TELL (DILENGKAPI CONTOH)

Salam~ Kita pasti sering mendengar teknik ini. Tapi, apa, sih, show don't tell itu? Secara harfiah, show berarti menunjukkan dan tell berarti memaparkan. source: http://visualcreatives.com Telling berarti kita hanya memaparkan, pembaca hanya membaca. Tidak ada interaksi antara pembaca dengan tulisan kita. Tidak ada ikatan. Sehingga, pada akhirnya tidak ada kemistri terjalin dan pembaca tidak dapat masuk/meresapi apa yang mereka baca. Akibatnya, bisa saja pembaca merasa bosan, tidak tertarik, bahkan tidak ingin melanjutkan membaca. Sebaliknya, showing berarti kita melibatkan pembaca. Kita menunjukkan dengan cara yang luwes sehingga pembaca dapat ikut membayangkan/merasakan apa yang dialami tokoh dalam cerita kita. Dengan begitu, akan terjalin ikatan dan pembaca pun dapat meresapi apa yang mereka baca. Teknik ini bagus untuk membuat agar pembaca terus melanjutkan membaca. Baca: Flash Fiction - ITU Flash Fiction - MERPATI PUTIH Contoh narasi te

[WRITING] CARA MENENTUKAN JUDUL YANG MENARIK (DAN CONTOH)

Judul ibaratnya sebuah jendela. Dari jendela, dapat terlihat apa yang ada di dalam rumah. Dan, tentu saja, judul yang baik adalah judul yang mampu membuat "calon pembaca" tak sekadar melirik, tapi juga berhenti untuk membaca karya kita. Karena itu, judul cukup penting untuk sebuah karya. Untuk kalian yang memberikan judul "setelah" sebuah tulisan selesai dibuat, sebaiknya memperhatikan ini: #Satu Perhatikan tulisan yang sudah dibuat: Itu membicarakan apa? Fokus atau pokok permasalahan yang disoroti dalam tulisan itu apa? Dari situ, buatlah judul yang sekiranya mampu menarik pembaca. #Dua Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat judul, selain EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) dan tanda baca, judul yang bagus adalah judul yang membuat pembaca berhenti dan "melihat" ke arahnya. Judul seperti ini memiliki kekuatan untuk "mengajak" pembaca "mampir". Bagaimana membuat judul yang menarik? Karena saya pribadi tidak memil