Skip to main content

[RANDOM TALK] BEGADANG BUAT APA?

source: pinterest

Yuhu~
Sesuai judul di atas, kalian kalau begadang gitu, apa yang kalian lakukan? Pastinya melakukan hal yang berguna, kan...??? Ya, seperti kata Mbah Rhoma (ini musisi favorit saya sepanjang masa #nggak penting) dalam lagunya, Begadang:

Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya. Begadang boleh saja, kalau ada perlunya.

Sudah jelas banget, ya, di situ. Bahwa sebaiknya saat memutuskan begadang, kita nggak sekadar melekin mata tapi nggak ada faedah lain yang kita dapatkan selain mendapatkan mata panda.


Emak-emak crafter, para penulis, dan pekerja freelance pasti mengerti rasanya nggak tidur semalaman. Seperti saya kemarin, misalnya, karena ngebut menyelesaikan pesanan rajutan dari pulau seberang yang harus dikirim besok paginya, akhirnya saya nggak tidur semalaman. Sewaktu kerjaan sudah selesai, begitu mau tidur ternyata udah Subuh. Setelah itu, si bocah 21 bulan kebangun. Akhirnya nidurin si bocah lagi. Kasihan kalau bangun jam segitu, secara bocah itu baru tidur pukul 22.29 malam. Iya, dia memang hobi tidur hampir tengah malam. Nah, setelah bocah itu tidur lagi, rasa mengantuk pun hilang. Akhirnya memutuskan untuk mengepak paket yang mau dikirim. Dan, baru tidur pukul setengah 6 pagi. Eh, pukul setengah 7 si bocah ngajak bangun lagi. Praktis, mata cuma merem selama satu jam. 😑

Gimana rasanya? Ngantuk. Malas mau ngapa-ngapain. Memang, setelah bangun pagi itu saya bisa sedikit fresh karena meski cuma sejam, tidurnya cukup berkualitas. Tapi, setelah lewat pukul 10 pagi, baru terasa ngantuknya.

Ya, begitulah kira-kira kalau kita begadang. Karena itu, sebaiknya saat memutuskan untuk begadang, kita tahu apa yang kita lakukan itu akan memberi manfaat. Setidaknya, pekerjaan nokturnal kita berjalan dengan baik. Akan tetapi, bukan berarti kita harus begadang hampir setiap malam karena alasan, "Ini pekerjaanku. Aku bisa mengerjakannya di malam hari," sehingga lalai untuk beristirahat. Ingat:

Kalau terlalu banyak begadang, muka pucat karena darah berkurang. Kalau sering kena angin malam, segala penyakit akan mudah datang. Darilah itu, sayangi badan. Jangan begadang setiap malam.

Setidaknya, jika kita terpaksa perlu begadang sampai berhari-hari, pastikan siangnya kita mendapat cukup tidur. Istirahatkan mata dan pikiran. Istirahatkan tubuh. Kalau mata terlalu lelah? Ini yang saya alami: sakit kepala bagian depan, mata cenut-cenut, perut mual, dan tubuh terasa lunglai, enggak enak mau ngapa-ngapain, bahkan enggak selera makan juga. Kalau sudah begitu? Nggak cuma kita yang rugi, tapi juga kasihan orang-orang di sekitar kita. Apalagi kalau punya anak. Duh...! Pokoknya, ingat istirahat. Sayangi badan kita. Sayangi orang-orang di sekitar kita.


Oh, dan btw, ini sebenarnya nasihat untuk diri saya sendiri, sih. Pasalnya, saat saya mengetik ini, saya pun sedang begadang. Seperti biasa, Ayaya malam tadi baru tidur pukul 22.30'an. Lalu, sekitar pukul 1 tengah malam tadi saya kebangun. Akhirnya setengah jam kemudian saya mulai menyalakan komputer. Bukan untuk mengerjakan tugas penyuntingan naskah, tapi belajar adsense. Iya, belajar cara menempatkan iklan di antara paragraf dalam artikel. Dan, saya berhasil, yay! 😄😄😄

Agak norak, sih. Tapi, bagi saya yang aslinya gaptek dan baru belajar nge-blog yang benar-benar dari nol ini, itu suatu pencapaian yang luar biasa. Karena apa? Karena saya belajar sendiri. Otodidak. Hanya berpandukan tombol tanda tanya (baca: google support). Huhuhu..., terima kasih, Google, kamu sudah sangat membantu! Serius, deh, buat kalian yang baru mulai nge-blog seperti saya, panduan dari Google ini sangat membantu untuk mengelola blog kita.

Nah, dari selewat tengah malam itu sampai Subuh, saya memasukkan iklan di tubuh artikel satu per satu. Untung baru punya 23 artikel. Coba kalau lebih. Wah..., berapa lama menyuntingnya?

Setelah kelar memasukkan iklan (coba lihat, deh, di artikel-artikel saya sebelumnya, yang kemarin belum ada iklannya di dalam artikel, sekarang ada), saya menulis tentang begadang ini. Ya, sebagai self reminder. Karena, saya pun punya kebiasaan begadang. Bekerja lebih baik di malam hari. Night Owl. Nokturnal. Kalong. Apa pun istilahnya itu. Jadi, Meg, begadang boleh. Kali ini pun kamu begadang ada manfaatnya, kan? Jadi bisa naruh iklan di dalam artikel, kan? Itu bagus. Tapi, jangan sampai lupa untuk beristirahat. Ngerti ora? 😌😌😌

*Haz, 24 November 2017

Comments

  1. Istirahat cukup penting loh. Aku termasuk yang udah enggak pernah begadang lagi sekarang. Cuma saat-saat pas suami lembur aja, mau ga mau nungguin.
    Terakhir begadang itu saat masih suka nerima pesanan cupcakes. Akhirnya setahun 2 kali terpaksa staycation di rumah sakit karena tipes.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya masih sering begadang. :D
      Si bocah 21 bulan, tidurnya mesti jam setengah 11 setiap malam. Terpaksa ikut melek. Akhirnya malah nggak bisa tidur. :"D

      Delete
  2. Aku jarang bisa tidur awal. Dan biasanya sih selalu ada yang aku kerjakan, baik itu cuma download gambar, baca berita, dsb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nulis cerita iya tak? :D


      ps:
      proyek manusia pohon itu gimana kabar...? :D

      Delete
  3. Kurang tidur bikin kepala pusing untuk anak sekolahan kalau begadang bahaya buat pelajaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget. Kalo keseringan merem saat pelajaran, bisa bahaya dobel2, dari ditegur guru, kena poin, sampai ketinggalan pelajaran. :D

      #pernah ngalamin

      Delete
  4. Aku adalah contoh orang yang nggak bisa begadang. Aku lebih baik kerja mati-matian di siang hari. Tapi malam dapat tidur yang cukup.

    ReplyDelete
  5. Saya juga bergadang untuk bermain game... parah tidak ada gunanya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[WRITING] 7 JENIS PARAGRAF PEMBUKA CERITA YANG MENARIK PEMBACA (DENGAN CONTOH)

Hallo there~ Kita berjumpa lagi~ 😃 Kali ini kita membahas tentang pembukaan sebuah cerita. 😃 Kalian tahu, paragraf pertama sebuah cerita ibaratnya display pada jendela toko. Bagaimana membuat display yang menarik sehingga pelintas (calon pembaca) berhenti dan membaca tulisan kita? Nah, tanpa banyak basa-basi, langsung saja kita bahas satu per satu. 😊 Ada 7 jenis paragraf pembuka cerita yang mampu menarik pembaca dalam sekali pandang, yaitu: 1. Cerita dibuka dengan sebuah action/kejadian. Perempuan itu datang saat matahari terbenam. Langit menggelap dengan semburat jingga di ufuk barat. Angin bertiup pelan dan burung-burung kembali ke sarang. Di punggungnya, seorang bocah laki-laki tertidur dengan kedua lengan erat memeluk leher perempuan itu. 2. Cerita dibuka dengan mengenalkan salah satu tokoh/karakter yang ada dalam cerita. Saat berusia sembilan tahun, adikku Maya memenangkan sebuah perlombaan melukis. Dia memang berbakat dalam melukis. Hingga

[WRITING] TEKNIK MENULIS SHOW DON'T TELL (DILENGKAPI CONTOH)

Salam~ Kita pasti sering mendengar teknik ini. Tapi, apa, sih, show don't tell itu? Secara harfiah, show berarti menunjukkan dan tell berarti memaparkan. source: http://visualcreatives.com Telling berarti kita hanya memaparkan, pembaca hanya membaca. Tidak ada interaksi antara pembaca dengan tulisan kita. Tidak ada ikatan. Sehingga, pada akhirnya tidak ada kemistri terjalin dan pembaca tidak dapat masuk/meresapi apa yang mereka baca. Akibatnya, bisa saja pembaca merasa bosan, tidak tertarik, bahkan tidak ingin melanjutkan membaca. Sebaliknya, showing berarti kita melibatkan pembaca. Kita menunjukkan dengan cara yang luwes sehingga pembaca dapat ikut membayangkan/merasakan apa yang dialami tokoh dalam cerita kita. Dengan begitu, akan terjalin ikatan dan pembaca pun dapat meresapi apa yang mereka baca. Teknik ini bagus untuk membuat agar pembaca terus melanjutkan membaca. Baca: Flash Fiction - ITU Flash Fiction - MERPATI PUTIH Contoh narasi te

[WRITING] PENGERTIAN DAN CONTOH FLASH FICTION

Flash Fiction atau yang biasa disingkat FF (bukan fanfic, ya!) merupakan cerita pendek super singkat yang panjang umumnya sekitar 200-500 kata. Saking pendeknya, sebuah FF bisa dibaca habis (selesai) dalam waktu kurang dari lima menit. Atau, seperti kutipan pada gambar di atas: cerita yang selesai kamu baca sebelum kopimu dingin. FF berbeda dengan cerpen apalagi novel. Jika sebuah fiksi (cerpen atau novel) punya tahapan perkenalan, konflik, klimaks, anti-klimaks, dan penyelesaian, dalam FF hanya ada konflik dan klimaks . Sesuai dengan pengertiannya, unsur dalam FF yaitu singkat, padat, dan twisted ending . Bentuk FF yang singkat dan padat itu berimbas pada penceritaan penggambaran setting terutama lokasi, yang pada FF dibuat sedemikian rupa sehingga tidak memakan banyak ‘kuota kata’. Dan, untuk membuat sebuah FF berkesan, twisted ending berperan penting di sini. Secara harfiah, twisted ending berarti akhir cerita yang dipelintir atau diputar. Maksudnya, akhir yang