Skip to main content

[FLASH FICTION] KETIKA BULAN MATI





Bruk.

Akar melintang yang menyembul dari tanah membuatku terjatuh. Ngilu seketika menghampiri pergelangan kaki. Namun, segera aku bangkit dan kembali berlari.

Di atas sana bulan mati. Dalam gelap, ranting-ranting rendah dan semak-semak begitu saja kuterobos. Sesekali hampir pula aku menabrak batang-batang keriput pepohonan. Semakin jauh berlari, pepohonan semakin rapat dan aku semakin sering terjatuh.

Kutengok sekilas ke belakang demi melihat cahaya-cahaya merah bergerak cepat. Tampak semakin banyak, bunga merah itu menyambar-nyambar memecah kegelapan.

"Cepat, cepaaat!" teriak salah satu dari pembawa suluh itu.

"Kepung dia!" sahut yang lain.

"Jangan biarkan dia lolos!" Yang lain menimpali.

Terengah-engah, aku mengerahkan tenaga untuk bergerak lebih cepat, tak ingin tertangkap oleh mereka. Benar-benar tak ingin.

Kudengar teriakan-teriakan mereka—para manusia yang mengejar—timbul tenggelam dan bersahutan. Kata-kata seperti penyihir, monster, dan sebagainya seolah melintas begitu saja di telingaku.

Kuingat-ingat lagi kenapa mereka mengejarku. Oh, benar. Itu karena manusia adalah makhluk yang kejam.

"Itu dia, di sana!" teriak mereka sahut-menyahut. Lalu, obor-obor mulai beterbangan dan jatuh di sekitarku, diikuti anak panah dari berbagai arah.

Menghindari obor dan anak panah yang berjatuhan, aku mempercepat lariku. Di depan sana, tampak sebuah kolam memantulkan cahaya api dari obor-obor.

Aku hampir mencapai kolam ketika anak panah menembus perutku. Lalu, lenganku. Dadaku. Kakiku.

Aku melompat saat sebuah anak panah mengenai jantungku. Dan…, aku pecah. Menjadi apa diriku sesungguhnya. Kelopak-kelopak bunga berhamburan sebagai ganti tubuhku, lalu luruh, berjatuhan di permukaan kolam.

Sekali lagi kuingat-ingat kenapa mereka begitu ingin membunuhku. Itu karena aku telah jatuh cinta kepada seorang manusia. Ah, kurasa, manusia memang makhluk yang paling kejam.

***
Hazuki Auryn
Negeri Bawah Angin, 30 Juni 2016
Versi awal (sebelum perbaikan EBI) pernah diunggah di sini: FB/hazuki.auryn
flower petals on the lake


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

[WRITING] 7 JENIS PARAGRAF PEMBUKA CERITA YANG MENARIK PEMBACA (DENGAN CONTOH)

Hallo there~ Kita berjumpa lagi~ 😃 Kali ini kita membahas tentang pembukaan sebuah cerita. 😃 Kalian tahu, paragraf pertama sebuah cerita ibaratnya display pada jendela toko. Bagaimana membuat display yang menarik sehingga pelintas (calon pembaca) berhenti dan membaca tulisan kita? Nah, tanpa banyak basa-basi, langsung saja kita bahas satu per satu. 😊 Ada 7 jenis paragraf pembuka cerita yang mampu menarik pembaca dalam sekali pandang, yaitu: 1. Cerita dibuka dengan sebuah action/kejadian. Perempuan itu datang saat matahari terbenam. Langit menggelap dengan semburat jingga di ufuk barat. Angin bertiup pelan dan burung-burung kembali ke sarang. Di punggungnya, seorang bocah laki-laki tertidur dengan kedua lengan erat memeluk leher perempuan itu. 2. Cerita dibuka dengan mengenalkan salah satu tokoh/karakter yang ada dalam cerita. Saat berusia sembilan tahun, adikku Maya memenangkan sebuah perlombaan melukis. Dia memang berbakat dalam melukis. Hingga

[WRITING] TEKNIK MENULIS SHOW DON'T TELL (DILENGKAPI CONTOH)

Salam~ Kita pasti sering mendengar teknik ini. Tapi, apa, sih, show don't tell itu? Secara harfiah, show berarti menunjukkan dan tell berarti memaparkan. source: http://visualcreatives.com Telling berarti kita hanya memaparkan, pembaca hanya membaca. Tidak ada interaksi antara pembaca dengan tulisan kita. Tidak ada ikatan. Sehingga, pada akhirnya tidak ada kemistri terjalin dan pembaca tidak dapat masuk/meresapi apa yang mereka baca. Akibatnya, bisa saja pembaca merasa bosan, tidak tertarik, bahkan tidak ingin melanjutkan membaca. Sebaliknya, showing berarti kita melibatkan pembaca. Kita menunjukkan dengan cara yang luwes sehingga pembaca dapat ikut membayangkan/merasakan apa yang dialami tokoh dalam cerita kita. Dengan begitu, akan terjalin ikatan dan pembaca pun dapat meresapi apa yang mereka baca. Teknik ini bagus untuk membuat agar pembaca terus melanjutkan membaca. Baca: Flash Fiction - ITU Flash Fiction - MERPATI PUTIH Contoh narasi te

[WRITING] PENGERTIAN DAN CONTOH FLASH FICTION

Flash Fiction atau yang biasa disingkat FF (bukan fanfic, ya!) merupakan cerita pendek super singkat yang panjang umumnya sekitar 200-500 kata. Saking pendeknya, sebuah FF bisa dibaca habis (selesai) dalam waktu kurang dari lima menit. Atau, seperti kutipan pada gambar di atas: cerita yang selesai kamu baca sebelum kopimu dingin. FF berbeda dengan cerpen apalagi novel. Jika sebuah fiksi (cerpen atau novel) punya tahapan perkenalan, konflik, klimaks, anti-klimaks, dan penyelesaian, dalam FF hanya ada konflik dan klimaks . Sesuai dengan pengertiannya, unsur dalam FF yaitu singkat, padat, dan twisted ending . Bentuk FF yang singkat dan padat itu berimbas pada penceritaan penggambaran setting terutama lokasi, yang pada FF dibuat sedemikian rupa sehingga tidak memakan banyak ‘kuota kata’. Dan, untuk membuat sebuah FF berkesan, twisted ending berperan penting di sini. Secara harfiah, twisted ending berarti akhir cerita yang dipelintir atau diputar. Maksudnya, akhir yang