[TUTORIAL] TERNYATA MENDAFTAR GOOGLE ADSENSE ITU MUDAH, LHO!


Selama ini, kita sering kali mendengar cerita atau keluhan dari teman-teman blogger bahwa mendaftar Google Adsense itu sulit. Bahkan, ada yang mendaftar hingga berkali-kali dan tetap ditolak. Ada juga yang sudah mendaftar, tapi menunggu hingga lama sekali belum juga dikonfirmasi. Maka, tak heran kalau banyak juga oknum yang melakukan jual-beli Adsense (meskipun ini tidak disarankan).

Mungkin, karena teknologi semakin berkembang dan Google pun terus bergerak maju sambil memperbaiki kekurangan-kekurangan sebelumnya, kini mendaftar Google Adsense menjadi lebih mudah. Bahkan, faktanya mendaftar Google Adsense itu sangat mudah, lho. Saya sendiri sudah membuktikannya.

Saya baru ini nge-Blog (baca: Akhirnya Nge-Blog!). Masih belajar, tentunya. Masih elok-elok bawang saja. Artikel juga baru beberapa. Sekarang, sih, saya mulai dapat 100-an view sehari. Tapi, sewaktu pertama kali mendaftar Google Adsense, view saya baru 30-an saja. Serius, lho. Artikel saya juga baru 20-an kalau nggak salah (kalau kamu rajin, coba cek saja di arsip Blog dan hitunglah berapa artikel dari Juni sampai Oktober 2017).

Jadi…, anggapan bahwa untuk diterima Google Adsense kita harus memiliki banyak-banyak artikel dan visitor yang juga banyak, itu sedikit kurang tepat.


Bagaimana Langkah-Langkah Mendaftar Google Adsense?

1. Punya Blog (Blogspot)

Unsur penting sebelum mendaftar Google Adsense adalah memiliki akun Google dan memiliki Blog. Nah, untuk usia Blog ini, pihak Google menentukan batas usia minimal. Di beberapa wilayah, Google menetapkan usia minimal 6 bulan untuk Blog sebelum mendaftar Google Adsense. Sedangkan, beberapa wilayah lain, mungkin 3 bulan sudah cukup. Seperti Blog saya, Pojok Hazuki ini, saya buat pada Juni 2017 dan saya daftarkan Google Adsense pada November 2017. Artinya, Blog baru berusia sekitar 5 bulan. Dan, dalam 5 bulan itu artikel saya sedikit sekali, duh! Sama sekali nggak produktif. Makanya, sekarang saya berusaha rutin menulis artikel setiap beberapa waktu.

Selain usia minimal Blog, pihak Google Adsense juga mempertimbangkan konten. Artikel yang kita tulis selain menarik juga harus dengan bahasa yang jelas, bukan bahasa alay atau bahasa yang tidak dikenali Google. Jadi, cobalah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, agar Google mudah dalam meninjau situs kita saat mendaftar Google Adsense. Tips tambahan, ikuti Saran Google untuk membuat konten yang menarik.

Nah, jika hal-hal di atas sudah cocok dengan Blog kita, kita bisa melakukan pendaftaran. Untuk pengguna Blogger, kita harus mendaftar Google Adsense melalui Blogger (bukan melalui cara biasa).

Perhatikan yang dipanah merah. Saat membuat Blog, tombol “Earnings” biasanya nggak langsung ada. Biasanya, setelah “Comments” akan langsung “Campaigns” (tengok saja akun Blogger masing-masing).

Cara agar tombol itu terlihat adalah…

Pilih “Setting”, pada bagian “Languange and Formatting”, pilih bahasa Inggris. Lihat yang ditunjuk panah merah pada gambar di bawah.





Kemudian, refresh browser. Tutup browser. Atau matikan komputer. Terserah, yang penting browser ter-refresh. Kalau saya pribadi, menunggu sehari dulu baru buka browser lagi dan masuk ke Blog. Nanti… akan muncul tombol “Earnings” seperti gambar di atas. Tapi, itu masih belum terdaftar.


2. Mandaftar Google Adsense

Setelah muncul tombol “Earnings”, klik itu dan lakukan pendaftaran. Isi formulir. Ikuti petunjuknya. Insya Allah gampang, kok, karena kita tinggal mengikuti saja. Saya sendiri senang membaca bantuan di Google Support untuk mendaftar Google Adsense ini.

Setelah daftar, kita akan punya halaman Adsense, tapi “home”-nya masih kosong. Google perlu waktu sebelum menerima permohonan kita. Sesuai yang tertulis di Google Supportlamanya waktu sebelum Google melakukan peninjauan adalah setidaknya 48 jam atau lebih lama. Saya sendiri menunggu seminggu (atau mungkin 10 hari, entahlah). Waktu itu sebenarnya saya lupa, dan lagi malas buka Blog. Jadi saya biarkan saja.

Setelah buka blog, ternyata permohonan Google Adsense saya sudah dikonfirmasi (alhamdulillah). Jadi, langkah selanjutnya tinggal mengatur peletakan Adsense.

3. Pengaturan Letak Adsense


Kalau pakai bahasa Inggris, pilih “Layout”, lalu “Add Gadget”.
Setelah jendela Gadget muncul, klik + pada Google Adsense. Nanti, Adsense akan muncul di Layout. Di situ ada Layout paten, tapi kita bisa klik+drag untuk memindahkan letak Adsense kita yang mau ditampilkan. Misalnya, mau dipindah ke tengah, atas, atau kanan, bawah. Coba saja.
Untuk mengecek apakah Adsense kita sudah terpasang, kita bisa klik “View Blog”.

4. Halaman Adsense


Klik “Earnings” dan pilih “Visit adsense for detail of my ernings” (panah merah) untuk melihat berapa klik yang kita dapatkan dan berapa pendapatan kita. Nanti, kita akan dialihkan ke home Adsense untuk melihat penghasilan kita dan juga mengelola Adsense kita. Gambar di bawah adalah halaman home Adsense saya saat baru saja memasang Adsense di Blog, yaitu tanggal 18 november 2017.

Dari pengalaman saya ini, ternyata mendaftar Google Adsense itu mudah. Karena itu, untuk kalian yang memiliki Blog dan belum mendaftar Google Adsense, ayolah daftar. Nggak sulit, kok. Buktinya, saya yang baru belajar nge-Blog dan masih piyik bisa diterima oleh pihak Google. Bersemangatlah! 😇

*Haz, 7 Desember 2017

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

[WRITING] 7 JENIS PARAGRAF PEMBUKA CERITA YANG MENARIK PEMBACA (DENGAN CONTOH)