Skip to main content

[RANDOM TALK] SALAM, 2018, MARI BERKAWAN!

Rahayu~

2017 telah berlalu, 2018 telah tiba. Mari kenang masa lalu dan sambut masa depan.

Setiap akhir dan awal tahun, hampir semua orang menulis hal yang sama: apa yang telah dicapai setahun belakangan dan apa yang ingin dicapai tahun berikutnya. Mengikuti euforia itu, saya pun hendak menulis hal yang sama. Namun, percayalah, ini bukan sekadar pesta pora, ikut-ikutan trend tanpa makna, sebentar melonjak kemudian melupakan. Tidak. Setidaknya bagi saya, ini adalah self reminder, pengingat untuk diri saya sendiri agar saya tak lalai dengan impian saya. Karena sungguh, tahun-tahun yang lampau telah banyak saya lalui dengan terlena dalam mimpi sehingga lupa untuk bangun dan mewujudkannya. Maka kali ini, saya mengizinkan diri saya untuk bangun dan bekerja sungguh-sungguh untuk mimpi-mimpi itu. Semoga Yang Mahakuasa berkenan mengabulkan. Amin.

Baiklah, mari kita lihat apa saja yang telah dan belum saya lakukan selama 2017. 😁
PS: I think it's gonna be a looong... post. 😅

Januari 2017

Tidak ada aktivitas lain yang tercatat selain... kisah ini. Tentang semak berduri di suatu desa. Tentang luka dan harapan. Jika ingin membacanya, pergilah ke sini.

Februari 2017

Pertama kali melihat pengumuman lomba menulis novel wattpad dari Loka Media, saya sudah tertarik. Tapi, percayalah, saya nggak serajin itu. Sejujurnya, saya justru melupakan lomba ini. Apalagi, syaratnya cukup berat (setidaknya, untuk saya). Tetapi kemudian, saya pikir, jika tidak bergerak sekarang, kapan saya akan mulai melangkah? Berawal dari sini, satu langkah kecil pun saya ayunkan. Bara Kesumat, cikal bakal tulisan saya terselip di antara 75 peserta event. Bismillah~

Maret - April 2017

Tidak ada yang tampak di linimasa pada dua bulan itu. Akan tetapi, itu justru adalah bulan yang sibuk bagi saya.

Bara Kesumat lolos lomba Loka Media dan karenanya saya harus mengirim lanjutan cerita per 2 bab secara rutin setiap hari Jumat. Saya hampir menyerah saat itu karena kesibukan yang luar biasa ditambah si kecil sakit, bolak-balik ke rumah sakit dan tak sempat menulis. Padahal, dalam peraturan sudah jelas dikatakan bahwa peserta lolos yang tak menyetorkan lanjutan cerita akan langsung gugur. Saat itu, dari 10 peserta lolos, sudah ada 2 yang gugur. Bayangkan betapa sedihnya. Tapi, saya juga tak ingin mundur karena sejak awal saya telah memutuskan untuk ikut dan... jika tidak menuntaskannya, saya bukanlah saya.

Selain itu, seorang teman (Bangsa) berbaik hati mengajak saya menulis kumpulan cerita anak untuk diterbitkan pada bulan Mei 2017. Artinya, saya harus menyelesaikannya bulan April. Dan, karena saya sudah menyanggupinya, tak mungkin saya mundur.

Dan... dua hal di atas hanyaah sedikit. Hanya soal menulis. Di luar itu dan di luar 'momong', saya pun merajut (yang, alhamdulillah, cukup banyak pesanan meski saat itu benar-benar sibuk), menjadi editor paruh waktu, menemani anak-anak SD-SMP belajar setiap petang/malam, dan mengerjakan hal-hal remeh temeh lain.
Oh, dan satu hal lagi. April ini juga saya sok-sokan ikut seleksi TATS 3 dari Mbak Ariny dan... ndilalah alhamdulillah lolos! Lihat garis merah? Iya, saya harus menulis genre horor komedi. Genre yang sangat amat paling saya hindari banget demi apa pun! 😂 Saya nggak ngibul, lho. Tapi, seperti yang tertera di situ, mundur berarti kena denda. Oh, tentu saja saya nggak mau kena denda! 😆
Jadi... dimulailah hari-hari yang semakin sibuk (dan mendebarkan!). 😅

Terkadang, saya berpikir, saya sok sibuk banget, ya? Padahal, keseharian saya justru lebih banyak bermalas-malasan, lho.

Mei 2017

Foto diambil oleh Mbak Uma Umaya
Kumcernak solo saya terbit, yay! 😇😇😇

Alhamdulillah..., pada bulan ini, tiga Anak Pedas menerbitkan buku bersama-sama. Bangtep dengan kumcernak berjudul Tiki si Tikus, Kecebong, dan Istana Gulali, Bangsa dengan novelet anak berjudul Bintang Peri yang Menembus Mimpi, dan saya sendiri dengan kumcernak berjudul Pelangi untuk Pelangi. Terima kasih untuk Mbak Armielda dan Penerbit YCBK yang telah membantu mewujudkan impian kami.
Foto diambil oleh Mbak Putri Akhla
Sementara itu, TATS 3 telah dimulai, yaitu menulis novel dalam waktu satu bulan, dimulai pada 1 Mei 2017 dan harus diserahkan terakhir 31 Mei 2017. Menulis novel saja sudah berat (setidaknya, bagi saya). Apalagi jika waktunya dibatasi HANYA sebulan. Apalagi genre-nya pun adalah genre yang paling dihindari dan ini WAJIB. Ditambah lagi, jika nggak selesai satu bulan itu, dendanya 2 juta. Astaga! Mau yang lebih gawat lagi? Itu adalah...

Pada saat yang sama, Bara Kesumat juga harus konsisten. Lalu, rajutan. Belajar bersama anak-anak. Menyunting tulisan orang. Dan, jangan lupa, si bocah 15 bulan juga lagi aktif-aktifnya, nih. Jalan/lari ke sana kemari. Ngerusuh di sana sini. Benar-benar hectic banget, deh! Lihat saja ini.

Juni 2017

.
Ini penampakan novel hasil TATS 3. 😁 Dan... di bawah ini adalah...
.
 ... pengumuman pemenang TATS 3! Alhamdulillah, bisa menjadi juara kedua. Tapi, yang bikin saya nyesek itu adalah... 24 dari 35 kesalahan saya itu, adalah penulisan hape! Astaga..., 24 kesalahan hanya untuk kata yang sama, duh! 😓 Ini semua karena menulis genre ini adalah hal yang benar-benar baru bagi saya. Dan, jujur saja, saya nggak ngerti cara nulis benda itu dengan benar (sesuai novel-novel remaja itu). Oleh Mbak Ariny, disarankan untuk menggantinya dengan handphone atau HP. Tapi, saya merasa itu nggak pas (setidaknya, untuk saya). Akhirnya, saya ganti itu dengan kata ponsel.

Terlepas dari itu semua, saya bersyukur pada bulan kelahiran saya ini, ada sesuatu yang bisa membesarkan hati. Alhamdulillah....

Oh, hampir lupa. Juni 2017 juga saya memulai blog ala-ala ini. Pojok Hazuki yang benar-benar berisi celoteh saya. Sesuai tagline-nya, tempat bermenung dan berceloteh. Dan, alhamdulillah, sampai hari ini (meski terseok-seok dan kerap tidak update) saya telah dan terus menulis beberapa hal yang (semoga) bermanfaat, sesuai dengan tujuan dan harapan yang pernah saya tulis di sini.

Juli - Agustus 2017

Pada dua bulan ini, saya tenggelam dalam penulisan Bara Kesumat (sudah tidak update di wattpad, tapi harus diselesaikan pada Agustus 2017). Hampir melewati DL karena kerap terdistraksi oleh hal-hal lain.

Hal lain yang saya syukuri di sini adalah job editing yang berdatangan dan juga pesanan rajutan yang benar-benar bikin wow!

Pada bulan ini juga saya mulai menjadi Tutor PD Jurnalistik di sekolah almamater. Alhamdulillah, saya dipercaya oleh mereka untuk ini.

Selain hal-hal di atas, kesibukan saya masih sama dengan bulan-bulan sebelumnya. Ditambah dengan kebiasaan saya bermalas-malasan yang belum juga berkurang. 😁
Peserta Diklat Manjour menerima novel Susan Ngesot Reborn sebagai doorprize.

September, Oktober, November 2017

29 September 2017, Bara Kesumat mulai open PO. Alhamdulillah....

Oktober 2017, Bara Kesumat sudah bisa dibeli dalam wujud buku fisik lewat Loka Media, atau juga beli ebook nya di Scoop. Bahkan, masuk featured alias terpopuler, lho!
Screenshot ini saya ambil pada 25 Oktober 2017
Sedangkan ini saya ambil pada 1 Januari 2018
Saat post ini ditulis, alhamdulillah Bara Kesumat masih berada di daftar bawah featured di Scoop. Bara Kesumat sekarang juga sudah bisa diakses di Google Play Book. Jadi, seandainya kalian tertarik untuk membelinya tapi nggak mau kena ongkir, belilah ebook-nya. Selain tanpa tambahan ongkir, versi ebook juga lebih murah. Dan, dengan kalian membeli, kalian membuat saya bahagia. 😊 Jangan meminta gratis selain dengan ikut GiveAway, ya, karena itu sungguh melukai. Kalian tidak tahu perjuangan saya hingga buku ini terwujud. 😊

Desember 2017

Desember ini saya lewati dengan bermalas-malasan, mengerjakan tugas menyunting beberapa naskah dari beberapa penerbit, dan hal-hal remeh lain seperti (sok) share tentang kepenulisan di status FB, grup FB, dan blog. Padahal, ilmu saya sendiri masih terbatas ini. Tapi, saya pikir, sedikit pun tak apa, kan, dibagikan? Hehehe.... 😁
Akhirnya, tanpa saya sadari, Desember pun berakhir dan 2017 berlalu. Kini setelah menengok ke belakang, baru saya sadari bahwa saya sama sekali nggak produktif. HANYA 3 judul buku solo. Sama sekali nggak ada cerpen. Saya juga masih terlalu pengecut untuk mengirim cerpen ke media massa (sementara Anak-Anak Pedas dan teman-teman lain telah memiliki daftar panjang judul cerpen yang berhasil dimuat di media massa serta sederet lain pencapaian mereka). Sementara mereka menulis daftar karya-karya dan pencapaian mereka selama 2017, saya hanya bisa menghela napas dan berbesar hati dengan sedikit hal ini.
Pinterest
Tahun 2017 telah menjadi tahun yang penuh dengan pelajaran berharga dalam hidup saya. Mengenal banyak orang, banyak penulis, melihat Anak-Anak Pedas melesat jauh di depan, dan mempelajari hal-hal baru. Tak hanya dalam kepenulisan, tak hanya dalam rajut-merajut, tak hanya di dunia maya. Dalam dunia nyata pun, banyak hal telah terjadi. Hal baik dan hal yang menjadi pelajaran, semuanya penuh hikmah. Dan, tidak. Saya tidak kecewa meski nggak terlalu produktif tahun ini.

2018 telah datang. Hari ini, 1 Januari 2018, harapan saya masih sama: semoga saya masih terus tetap hati dalam bekerja, bersungguh-sungguh untuk meraih mimpi-mimpi saya. Karena saya... adalah kuda yang tak akan pernah berhenti sebelum sampai di tujuan jika saya sudah mulai berlari.
Pinterest
Akhir kata, selamat datang, 2018. Mari berkawan. Berkilaulah dan sinari diriku dengan kilaumu.

Dan, untuk kalian yang telah mampir membaca, selamat tahun baru 2018! Mari bersama-sama menyongsong hari esok yang bersinar. Mari terus berusaha dan percaya bahwa hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha. Terlebih, jika dibarengi dengan doa. Niat, doa, usaha. Itu. 😊


*Mega, 1 Januari 2018

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

[WRITING] 7 JENIS PARAGRAF PEMBUKA CERITA YANG MENARIK PEMBACA (DENGAN CONTOH)

Hallo there~ Kita berjumpa lagi~ 😃 Kali ini kita membahas tentang pembukaan sebuah cerita. 😃 Kalian tahu, paragraf pertama sebuah cerita ibaratnya display pada jendela toko. Bagaimana membuat display yang menarik sehingga pelintas (calon pembaca) berhenti dan membaca tulisan kita? Nah, tanpa banyak basa-basi, langsung saja kita bahas satu per satu. 😊 Ada 7 jenis paragraf pembuka cerita yang mampu menarik pembaca dalam sekali pandang, yaitu: 1. Cerita dibuka dengan sebuah action/kejadian. Perempuan itu datang saat matahari terbenam. Langit menggelap dengan semburat jingga di ufuk barat. Angin bertiup pelan dan burung-burung kembali ke sarang. Di punggungnya, seorang bocah laki-laki tertidur dengan kedua lengan erat memeluk leher perempuan itu. 2. Cerita dibuka dengan mengenalkan salah satu tokoh/karakter yang ada dalam cerita. Saat berusia sembilan tahun, adikku Maya memenangkan sebuah perlombaan melukis. Dia memang berbakat dalam melukis. Hingga

[WRITING] TEKNIK MENULIS SHOW DON'T TELL (DILENGKAPI CONTOH)

Salam~ Kita pasti sering mendengar teknik ini. Tapi, apa, sih, show don't tell itu? Secara harfiah, show berarti menunjukkan dan tell berarti memaparkan. source: http://visualcreatives.com Telling berarti kita hanya memaparkan, pembaca hanya membaca. Tidak ada interaksi antara pembaca dengan tulisan kita. Tidak ada ikatan. Sehingga, pada akhirnya tidak ada kemistri terjalin dan pembaca tidak dapat masuk/meresapi apa yang mereka baca. Akibatnya, bisa saja pembaca merasa bosan, tidak tertarik, bahkan tidak ingin melanjutkan membaca. Sebaliknya, showing berarti kita melibatkan pembaca. Kita menunjukkan dengan cara yang luwes sehingga pembaca dapat ikut membayangkan/merasakan apa yang dialami tokoh dalam cerita kita. Dengan begitu, akan terjalin ikatan dan pembaca pun dapat meresapi apa yang mereka baca. Teknik ini bagus untuk membuat agar pembaca terus melanjutkan membaca. Baca: Flash Fiction - ITU Flash Fiction - MERPATI PUTIH Contoh narasi te

[WRITING] PENGERTIAN DAN CONTOH FLASH FICTION

Flash Fiction atau yang biasa disingkat FF (bukan fanfic, ya!) merupakan cerita pendek super singkat yang panjang umumnya sekitar 200-500 kata. Saking pendeknya, sebuah FF bisa dibaca habis (selesai) dalam waktu kurang dari lima menit. Atau, seperti kutipan pada gambar di atas: cerita yang selesai kamu baca sebelum kopimu dingin. FF berbeda dengan cerpen apalagi novel. Jika sebuah fiksi (cerpen atau novel) punya tahapan perkenalan, konflik, klimaks, anti-klimaks, dan penyelesaian, dalam FF hanya ada konflik dan klimaks . Sesuai dengan pengertiannya, unsur dalam FF yaitu singkat, padat, dan twisted ending . Bentuk FF yang singkat dan padat itu berimbas pada penceritaan penggambaran setting terutama lokasi, yang pada FF dibuat sedemikian rupa sehingga tidak memakan banyak ‘kuota kata’. Dan, untuk membuat sebuah FF berkesan, twisted ending berperan penting di sini. Secara harfiah, twisted ending berarti akhir cerita yang dipelintir atau diputar. Maksudnya, akhir yang