Skip to main content

[PROMPTS] 10 IDIOM BAHASA INGGRIS YANG SERING MUNCUL DALAM DIALOG FILM

A piece of cake (Gambar oleh Steve Buissinne dari Pixabay)


Kalian pasti pernah (atau malah sering), saat menonton film berbahasa Inggris, menemukan dialog yang diucapkan tokoh dengan terjemahan yang berbeda. Misalnya pada dialog berikut:

A: “How is it?”
B: “A piece of cake.”

Secara leksikal, kalimat “a piece of cake” berarti “sepotong kue”, tetapi dalam konteks dialog di atas diartikan “mudah sekali”.

Itulah idiom.

Idiom berarti konstruksi (kalimat atau gabungan kata) yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya. 

Contohnya dalam Bahasa Indonesia adalah frasa “kambing hitam”.
Kalimat A: Budi memiliki seekor kambing hitam.
Kalimat B: Budi menjadi kambing hitam dalam perkara itu.

Gabungan kata “kambing hitam” pada kalimat A contoh di atas bukan idiom, melainkan benar-benar kambing yang berbulu hitam. Sebaliknya, pada kalimat B, “kambing hitam” menjadi idiom karena maknanya berubah, yaitu seseorang yang dipersalahkan padahal tidak bersalah.

Nah, omong-omong soal idiom, berikut ini 10 idiom bahasa Inggris yang sering muncul dalam film:

1. To take a bitter pill

Minum pil pahit. Artinya, berada dalam situasi atau menerima informasi yang tidak menyenangkan, tetapi harus diterima.

2. Actions speak louder than words

Perbuatan bicara lebih keras daripada kata-kata. Maksudnya, niat kita dapat dinilai lebih baik dari apa yang kita lakukan daripada apa yang kita katakan.

3. I am all ears.

Aku telinga semua. Kalau diartikan begini terasa aneh, kan? Hehe, maksudnya idiom ini adalah si aku benar-benar menyimak, fokus dan siap mendengarkan penjelasan.

4. You are barking up on the wrong tree.

Kamu menyalak pada pohon yang salah. Dari sini sudah jelas, ya, artinya seseorang yang menyalahkan orang yang tidak seharusnya disalahkan.

5. It’s time to call it a day.

Sudah waktunya memanggilnya hari. Aneh sekali, eh? Kalimat ini diucapkan saat seseorang merasa sudah cukup bekerja untuk hari ini, pekerjaan bisa dilanjutkan esok.

Spilt Milk (Gambar oleh artemtation dari Pixabay)

6. Don’t cry over spilt milk.

Jangan menangisi susu yang tumpah. Maksudnya, jangan terus-terusan mengeluhkan kehilangan yang sudah lama berlalu. Karena seperti susu yang tumpah, apa yang sudah terjadi di masa lalu tidak bisa diubah. Alih-alih terus-terusan mengeluh, lebih baik memperbaiki hari ini agar menjadi lebih baik, kan?

7. Hit the road.

Kata “hit” berarti menabrak, tetapi dalam kalimat di atas artinya memulai perjalanan. Ini diucapkan biasanya untuk seseorang yang berangkat atau memulai sebuah perjalanan.

8. Kill two birds with one stone.

Membunuh dua burung dengan satu batu. Ini serupa dengan “menyelam sambil minum air” dalam bahasa Indonesia. Artinya, mendapatkan dua hal atau keuntungan dalam satu waktu.

Miss the ship (Gambar oleh Youssef Jheir dari Pixabay)

9. Miss the boat / Miss the train.

Ketinggalan kapal/kereta. Artinya, seseorang yang kehilangan kesempatan.

10. Once in a blue moon.

“Blue moon” atau bulan biru adalah fenomena alam yang langka. Oleh karena itu, kalimat “sekali dalam bulan biru” berarti hal yang jarang sekali terjadi. Seperti pengisian blog ini, bisa disebut once in the blue moon karena memang sangat jarang diisi.



Itulah 10 idiom bahasa Inggris yang sering muncul dalam dialog film. Sebenarnya, masih banyak lagi. Namun, lain kali saja kita sambung. Oke? 😁

Bagaimana menurut kalian? Apakah artikel ini menarik atau bermanfaat? Beri tahu saya, ya!

Kalian juga bisa membantu mengembangkan blog ini dengan membagikan (share) artikel ini.

Terima kasih banyak sudah berkunjung! 😇

Comments

  1. Ulasan yang menarik dan bermanfaat, namun mungkin akan lebih menarik lagi jika ada contoh film mana yg menggunakan idiom tersebut.
    Salam!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[WRITING] 7 JENIS PARAGRAF PEMBUKA CERITA YANG MENARIK PEMBACA (DENGAN CONTOH)

Hallo there~ Kita berjumpa lagi~ 😃 Kali ini kita membahas tentang pembukaan sebuah cerita. 😃 Kalian tahu, paragraf pertama sebuah cerita ibaratnya display pada jendela toko. Bagaimana membuat display yang menarik sehingga pelintas (calon pembaca) berhenti dan membaca tulisan kita? Nah, tanpa banyak basa-basi, langsung saja kita bahas satu per satu. 😊 Ada 7 jenis paragraf pembuka cerita yang mampu menarik pembaca dalam sekali pandang, yaitu: 1. Cerita dibuka dengan sebuah action/kejadian. Perempuan itu datang saat matahari terbenam. Langit menggelap dengan semburat jingga di ufuk barat. Angin bertiup pelan dan burung-burung kembali ke sarang. Di punggungnya, seorang bocah laki-laki tertidur dengan kedua lengan erat memeluk leher perempuan itu. 2. Cerita dibuka dengan mengenalkan salah satu tokoh/karakter yang ada dalam cerita. Saat berusia sembilan tahun, adikku Maya memenangkan sebuah perlombaan melukis. Dia memang berbakat dalam melukis. Hingga

[WRITING] TEKNIK MENULIS SHOW DON'T TELL (DILENGKAPI CONTOH)

Salam~ Kita pasti sering mendengar teknik ini. Tapi, apa, sih, show don't tell itu? Secara harfiah, show berarti menunjukkan dan tell berarti memaparkan. source: http://visualcreatives.com Telling berarti kita hanya memaparkan, pembaca hanya membaca. Tidak ada interaksi antara pembaca dengan tulisan kita. Tidak ada ikatan. Sehingga, pada akhirnya tidak ada kemistri terjalin dan pembaca tidak dapat masuk/meresapi apa yang mereka baca. Akibatnya, bisa saja pembaca merasa bosan, tidak tertarik, bahkan tidak ingin melanjutkan membaca. Sebaliknya, showing berarti kita melibatkan pembaca. Kita menunjukkan dengan cara yang luwes sehingga pembaca dapat ikut membayangkan/merasakan apa yang dialami tokoh dalam cerita kita. Dengan begitu, akan terjalin ikatan dan pembaca pun dapat meresapi apa yang mereka baca. Teknik ini bagus untuk membuat agar pembaca terus melanjutkan membaca. Baca: Flash Fiction - ITU Flash Fiction - MERPATI PUTIH Contoh narasi te

[WRITING] CARA MENENTUKAN JUDUL YANG MENARIK (DAN CONTOH)

Judul ibaratnya sebuah jendela. Dari jendela, dapat terlihat apa yang ada di dalam rumah. Dan, tentu saja, judul yang baik adalah judul yang mampu membuat "calon pembaca" tak sekadar melirik, tapi juga berhenti untuk membaca karya kita. Karena itu, judul cukup penting untuk sebuah karya. Untuk kalian yang memberikan judul "setelah" sebuah tulisan selesai dibuat, sebaiknya memperhatikan ini: #Satu Perhatikan tulisan yang sudah dibuat: Itu membicarakan apa? Fokus atau pokok permasalahan yang disoroti dalam tulisan itu apa? Dari situ, buatlah judul yang sekiranya mampu menarik pembaca. #Dua Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat judul, selain EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) dan tanda baca, judul yang bagus adalah judul yang membuat pembaca berhenti dan "melihat" ke arahnya. Judul seperti ini memiliki kekuatan untuk "mengajak" pembaca "mampir". Bagaimana membuat judul yang menarik? Karena saya pribadi tidak memil