[WRITING] KIAT MENULIS FIKSI MINI

Background Image by Igor Magno Cabral Goiaba from Pixabay


Salam~

Fiksi Mini dalam KBBI didefinisikan sebagai fiksi pendek yang dibuat tidak lebih dari 140 karakter. Pada awalnya, fiksi jenis ini berkembang di kalangan pengguna Twitter karena keterbatasan jumlah karakter saat mengunggah kicauan di sana. Namun, pada praktiknya, Fiksi Mini bukan hanya untuk cerita 140 karakter, tetapi juga untuk cerita yang lebih panjang. Jenis-jenis Fiksi Mini berdasarkan batasan jumlah kata antara lain:
- Fiksi Mini 6 Kata
- Fiksi Mini 50 Kata
- Fiksi Mini 100 Kata

Dalam bahasa Inggris, Fiksi Mini disebut micro-fiction, sudden fiction, flash fiction yang meski berbeda-beda dari segi jumlah kata, umumnya memiliki ciri-ciri sama dari segi penyampaian isi cerita..
(Baca: Yuk, Kita Ngomongin Flash Fiction!)

Biasanya yang paling menjadi masalah terutama untuk kamu yang belum terbiasa menulis Fiksi Mini adalah cara menyampaikan gagasan cerita dengan jumlah kata yang terbatas, benar? Jika ya, beruntunglah kamu mampir ke blog ini karena di sini kita akan membahas kiat menulis fiksi mini.

Jadi, apa saja kiat menulis Fiksi Mini?

1. Hemat Kata

Dalam menulis Fiksi Mini, hal utama yang harus kamu perhatikan adalah batasan jumlah kata. Oleh karena itu, penting sekali memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kalimat yang efektif. Gunakan hanya kata-kata yang penting untuk cerita. Hindari menggunakan terlalu banyak "diksi berbunga", bukan berarti tidak boleh, tetapi sesuaikan saja. Lalu, saat melakukan penyuntingan, jangan ragu memangkas kata-kata yang bisa dihapus seperti "yang", "adalah", dan sebagainya.
.
Contoh:
A-1: Dia adalah adikku. (3 kata)
A-2: Dia adikku. (2 kata)
B-1: Karena mendengar kata-kata yang diucapkan oleh ibunya, dia menjadi sedih. (10 kata)
B-2: Dia sedih mendengar kata-kata ibunya. (5 kata)
.

Lihat? Dengan menghapus kata penghubung seperti "adalah" serta mengubah susunan kalimat seperti contoh B-2, kita bisa menghemat kata. Dengan begitu, kita bisa memaksimalkan gagasan cerita yang ingin kita sampaikan.

2. Memulai dari Tengah Cerita

Seperti pernah saya sampaikan di artikel Yuk, Kita Ngomongin Flash Fiction!, salah satu cara membuat flash fiction yang menarik adalah mengawalinya dengan konflik. Sama halnya dengan Fiksi Mini. Dalam Fiksi Mini, kamu tidak perlu menulis alur yang panjang dan berliku-liku, lebih-lebih dengan konflik yang bercabang-cabang. Kamu juga tidak perlu menuliskan perubahan pemandangan secara mendetail atau kegiatan si tokoh utama sebelum mengalami konflik. Ini bukan novel, ya. Kamu bisa mengeksplorasi hal-hal tersebut saat menulis novel. Namun, dalam Fiksi Mini, yang terpenting adalah bagaimana kamu menyampaikan sebuah cerita dengan jumlah kata yang terbatas. dalam hal ini, efektivitas sangat menentukan.

"Lalu, bagaimana jika peristiwa sebelum konflik itu penting untuk diceritakan?"

Nah, kamu bisa menggunakan teknik kilas balik atau flashback untuk itu.
.
Contoh:
Jika aku tidak pergi menemui Anthony malam itu, tentu saat ini aku sedang duduk di kamar sambil membaca buku, bukannya berada di tempat gelap, lembap, dan sempit ini. Malam itu, Tony memintaku untuk datang. Dia terdengar sangat putus asa dan aku tidak tega menolaknya.
.

Itu contoh memulai dari tengah cerita yaitu konflik si aku yang terjebak di sebuah tempat gelap, lembap, dan sempit, sekaligus menyajikan kilas balik kejadian yang menyebabkan si aku terjebak di sana.

3. Jelaskan Karakter yang Ada Seperlunya

Dalam menulis Fiksi Mini, kamu tidak perlu menjelaskan secara detail perihal karakter yang ada dalam cerita yang kamu tulis. Selama itu tidak memengaruhi plot, kamu bisa melewatinya. Bahkan, kamu tidak perlu menyebutkan nama karakter jika itu tidak memberikan informasi penting dalam cerita. Namun, bukan berarti menghilangkan sama sekali soal "karakterisasi", lho, ya, tetapi hanya menyampaikan seperlunya.
.
Contoh:
Erika tidak percaya saat ibunya berkata bahwa Saga sudah meninggal. Bagaimana mungkin dia bisa percaya, sedangkan pria itu kini ada di sampingnya?

"Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak, Bu," tukas Erika. "Apa Ibu tidak lihat Saga ada di sini?"

Saga terlihat tersenyum di sisi Erika, sementara ibunya menunjukkan wajah sedih.
.

Total jumlah kata pada Fiksi Mini di atas adalah 49 kata. Tidak ada penjelasan siapa sebenarnya Saga ini dan mengapa ibunya berkata bahwa Saga sudah meninggal. Namun, berdasarkan penggambaran ekspresi si ibu, pembaca dapat menarik kesimpulan. Karakterisasi si ibu yang lembut, Erika yang tidak mudah percaya, serta Saga yang tersenyum.

4. Akhir yang Berkesan

Tidak mudah membuat akhir yang berkesan untuk sebuah cerita yang sangat singkat. Untuk menyiasatinya, kamu bisa menerapkan teknik twist ending. Apa itu twist ending? Artinya, akhir yang tidak terduga. Bisa juga dengan menulis akhir yang membuat pembaca berpikir.

Contoh untuk ini ada pada contoh poin 3 di atas. Pada kalimat, "Saga terlihat tersenyum di sisi Erika, sementara ibunya menunjukkan wajah sedih," mengindikasikan bahwa ada sesuatu yang membuat si ibu sedih. Apakah itu? Bisa jadi, kematian Saga yang diungkapkan di awal cerita. Namun, jika Saga sudah meninggal, lalu Saga yang terlihat tersenyum di sisi Erika itu siapa? Atau, apa? Inilah yang dimaksud akhir yang membuat pembaca berpikir.

Jadi, untuk membuat akhir yang berkesan tidak harus menuliskan twist ending secara lugas, ya. Kamu juga bisa membuat open ending dengan kemungkinan-kemungkinan untuk direnungkan oleh pembaca. Sehingga, pembaca tidak hanya membaca cerita lalu "sudah", selesai, tetapi juga mendapatkan kesan dan efek kontemplasi.

Contoh lainnya, Fiksi Mini 6 Kata yang ditulis oleh Ernest Hemingway:
.
For sale: baby shoes, never worn.
Dijual: sepatu bayi, belum pernah dipakai.
.
(Baca latar belakang cerita For sale: baby shoes, never worn.)



Itulah 4 Kiat Menulis Fiksi Mini yang bisa kamu terapkan dalam tulisan kamu. Metode tiap orang mungkin berbeda-beda, cara yang saya sampaikan ini mungkin berbeda dari cara yang pernah kamu baca/dengar dari tempat lain, tetapi kamu bisa mencoba metode ini untuk menambah referensi. Beri tahu saya jika kamu menulis Fiksi Mini berdasarkan kiat-kiat ini, ya! Saya akan senang membacanya. ^^

Terima kasih, sampai jumpa pada artikel selanjutnya!


Mega Yohana

Comments

  1. Keren mbak. Saya jadi pengen serius menghasilkan karya fikmin juga nih. Hehe. Terima kasih atas tulisan ini. Sangat bermanfaat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kembali, Pak.
      Ayo nulis Fiksi Mini. ^^

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[WRITING] 7 JENIS PARAGRAF PEMBUKA CERITA YANG MENARIK PEMBACA (DENGAN CONTOH)

[WRITING] CARA MENENTUKAN JUDUL YANG MENARIK (DAN CONTOH)

[WRITING] DIALOG DAN ETIKETNYA